Negara-Negara Arab dengan Utang Paling Jumbo, 4 Kali Lipat Indonesia

1 hour ago 2

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

19 February 2026 18:25

Jakarta, CNBC Indonesia - Utang selalu menjadi momok bagi negara di seluruh dunia tak terkecuali negara Arab.

Negara Arab adalah negara yang masuk dalam Liga Arab (League of Arab States). Sebuah organisasi yang berisikan negara-negara berhasa Arab dan menjadi tempat kerja sama di bidang politik, ekonomi, dan sosial.

Untuk membaca kesehatan kondisi kesehatan ekonomi negara-negara Arab, salah satu indikator yang penting adalah rasio utang pemerintah terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Utang pemerintah yang merupakan kewajiban yang dimiliki negara dalam bentuk penerbitan obligasi maupun pinjaman untuk membiayai anggaran belanja, pembangunan, dan kebutuhan lain disaat penerimaan negara belum cukup.

Dalam banyak kasus utang dibutuhkan dan wajar karena bisa membantu pemerintah menjaga ekonomi tetap berjalan dan membiayai program publik.

Masalahnya utang tidak bisa dilihat hanya dari angka nominal karena ukuran ekonomi tiap negara berbeda jauh. Karena itu indikator yang lebih relevan adalah rasio utang pemerintah terhadap PDB atau debt to GDP ratio. Angka ini membandingkan total utang pemerintah dengan ukuran ekonomi negara dalam satu tahun. Semakin tinggi rasionya semakin berat beban utang dibanding kemampuan ekonominya.

Indikator ini penting karena membantu melihat seberapa besar ruang fiskal yang dimiliki pemerintah.

Negara dengan rasio utang yang rendah biasanya punya ruang gerak lebih besar untuk memberi stimulus menambah belanja atau merespons krisis. Sebaliknya negara dengan rasio utang yang tinggi cenderung lebih rentan karena beban bunga lebih besar kebutuhan pembiayaan ulang lebih berat dan kepercayaan pasar bisa lebih mudah terganggu

Berikut ini adalah daftar rasio utang terhadap PDB negara-negara Arab di 2024 menurut data dari World Bank dalam Macro Poverty Outlook yang dirilis pada Oktober 2025.

1. Libanon

Libanon mencatat rasio utang pemerintah terhadap PDB tertinggi di daftar negara Arab yaitu sebesar 176,5%. Secara nominal utang pemerintah Libanon juga sangat besar. Berdasarkan data CEIC nilai utang pemerintah Libanon tercatat sekitar US$ 101,8 miliar pada Desember 2022.

Angka ini menegaskan bahwa tekanan fiskal Libanon bukan hanya tinggi secara rasio tetapi juga besar secara nominal.

Sebagai catatan, rasio utang Indonesia terhadap PDB mencapai 40,46%. Jika dibandingkan dengan Indonesia, rasio utang Libanon empat kali lipat dari Indonesia.

Tekanan tersebut semakin berat karena ekonomi Libanon masih menghadapi kontraksi. Berdasarkan laporan pusat statistik Libanon, ekonomi mereka terkontraksi 7,5% di 2024. Bank Dunia pun mencatata kontraksi kumulatif sejak 2019 telah melampaui 38%. Kondisi ini penting karena ketika ekonomi mengecil rasio utang terhadap PDB cenderung makin sulit turun.

2. Sudan

Sudan berada di posisi kedua dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 148,1%. Angka ini menempatkan Sudan dalam kelompok negara dengan ruang fiskal sangat sempit dan risiko pembiayaan yang tinggi. Sementara itu, nilai utang pemerintah Sudan berdasarkan berapa sumber diperkirakan mencapai US$ 73,5 miliar.

3. Bahrain

Bahrain menempati urutan ketiga dengan rasio utang pemerintah sebesar 131,8% terhadap PDB. Meski dikenal sebagai negara penghasil minyak dan gas namun Bahrain tetap menjadi salah satu negara Arab dengan beban utang paling tinggi.

Sektor minyak dan gas masih menjadi penggerak utama ekonomi Bahrain dan negara ini juga merupakan produsen serta eksportir minyak namun rasio utangnya masih tinggi.

Berdasarkan data CEIC pada November 2025 nilai utang pemerintah Bahrain tercatat mencapai sekitar US$ 50,9 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak otomatis membuat rasio utang rendah karena beban fiskal juga dipengaruhi oleh kebutuhan belanja pemerintah defisit anggaran dan biaya pembiayaan dari waktu ke waktu.

4. Yordania

World Bank mencatat rasio utang terhadap PDB Yordania di 2024 mencapai sebesar 116,6%.

Tekanan fiskal Yordania juga terlihat dari kondisi anggarannya. World Bank mencatat defisit fiskal pemerintah pusat pada paruh pertama 2024 melebar secara tahunan terutama karena beban bunga yang lebih tinggi dan penerimaan pajak yang lebih lemah. Ini membuat tekanan utang menjadi lebih berat karena biaya pembiayaan ikut naik.

Di saat yang sama lembaga International Monetary Fund (IMF) menyebut utang publik Yordania diperkirakan tetap berada di kisaran sedikit di atas 90% dari PDB pada akhir 2024 dan pemerintahan Yordania menargetkan penurunan bertahap ke 80% dari PDB pada 2028 melalui konsolidasi fiskal.

Ini menunjukkan pemerintahan Yordania masih menghadapi pekerjaan besar untuk menurunkan beban utang dalam beberapa tahun ke depan.

5. Libya

Libya berada di peringkat kelima dengan rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 115,6%. Angka ini menempatkan Libya dalam kelompok negara Arab dengan beban utang sangat tinggi di atas 100% PDB.

Fakta menariknya ekonomi Libya sangat bergantung pada minyak dan gas yang mendominasi PDB penerimaan pemerintah dan ekspor. Bank Dunia menegaskan prospek ekonomi Libya masih sangat ditentukan oleh kinerja sektor hidrokarbon sehingga kondisi fiskalnya sangat sensitif terhadap gangguan produksi dan harga energi global.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |