Jakarta, CNBC Indonesia - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut berperan dalam mendongkrak perekonomian. UMKM diketahui berkontribusi hingga 60% terhadap perekonomian dan menyerap tenaga kerja hingga 97%, serta menyumbang total ekspor 15,7%.
Tak heran jika pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya mengapresiasi sektor tersebut melalui penetapan 12 Agustus sebagai Hari UMKM Nasional.
Peringatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada puluhan juta pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. UMKM dipandang sebagai simbol semangat perjuangan dan kemandirian ekonomi dalam mewujudkan Indonesia yang kuat, maju, dan berdaulat. Kehadirannya tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menciptakan manfaat sosial dan lingkungan bagi komunitas di sekitarnya.
Semangat ini dibawa oleh Armawati Chaniago dengan mendirikan Perkumpulan Arta Jaya, sebuah organisasi yang lahir dari kepedulian terhadap persoalan sampah dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.
Dimulai sejak 2015, Armawati melihat bahwa manajemen sampah yang optimal mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Dengan demikian, sampah mampu dilihat Armawati sebagai peluang untuk menjadi sesuatu yang bernilai. Dia pun berhasil mentransformasi kawasan yang sebelumnya identik dengan tempat pembuangan sampah menjadi pusat pengelolaan berbasis bank sampah.
Saat ini Armawati memiliki 117 jaringan bank sampah dengan memberdayakan 50.000 anggota masyarakat, di mana 70%-nya dikelola oleh perempuan.
"Saya tergerak dalam pengelolaan sampah ini juga karena peran saya sebagai seorang ibu. Selain mempersiapkan masa depan yang baik bagi anak-anak saya, saya ingin mereka tumbuh di lingkungan yang bersih dan sehat. Perempuan memiliki peran yang sangat luar biasa dalam menjaga lingkungan. Maka dari itu, keputusan yang kita ambil untuk memperbaiki keadaan hari ini dapat membantu menjamin masa depan generasi mendatang," ungkap Armawati, dikutip Senin (10/8/2026).
Kelompok bank sampah yang dibinanya mengelola sampah dari berbagai sumber, termasuk bank sampah unit di tingkat kabupaten/kota, kawasan pariwisata, dan permukiman. Selain itu, beberapa jenis sampah, termasuk barang retur yang masih dapat dimanfaatkan, diolah kembali untuk berbagai kebutuhan, termasuk sebagai pakan ternak.
Dedikasinya dalam bidang pengelolaan sampah telah mengantarkan Armawati meraih berbagai penghargaan. Di antaranya sebagai Tokoh Lingkungan Kota Medan dari Wali Kota Medan serta nominasi Kalpataru Nasional kategori Perintis Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.
Ketika UMKM Didukung, Di Sana Peluang Terbuka
Dalam kiprahnya mengembangkan bisnis pengelolaan bank sampah, Armawati juga memperoleh berbagai dukungan untuk memperluas dampak usahanya. Salah satunya melalui Proyek Scaling Up Local Enterprise on Waste Management in Indonesia (SULE-WM) oleh Unilever Indonesia bersama GIZ Indonesia.
Program ini melibatkan pemangku kepentingan strategis untuk memaksimalkan peran perusahaan pengelolaan sampah lokal dalam membantu menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan bertanggung jawab. Selain itu, SULE-WM juga bertujuan mengembangkan skala usaha pengelolaan sampah lokal untuk menciptakan lebih banyak peluang kerja ramah lingkungan melalui inovasi, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Armawati mengungkapkan bahwa dukungan dari program SULE-WM memberinya kepercayaan diri untuk mengembangkan usaha. Melalui pendampingan di bidang pendanaan dan peningkatan kapasitas kewirausahaan, ia merasa lebih terdukung dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya.
"Dukungan yang diberikan berupa pembekalan di berbagai keterampilan penting, seperti manajemen, negosiasi bisnis, pengembangan kemitraan, pengelolaan usaha, hingga peningkatan kemampuan komunikasi. Pendampingan ini membuat kami lebih percaya diri dalam mengembangkan model bisnis bank sampah kami agar semakin mandiri dan berkelanjutan," rinci dia.
Sebagai informasi, kini Perkumpulan Arta Jaya berkembang menjadi organisasi yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, lingkungan, serta bisnis berkelanjutan melalui pendekatan Circular Economy. Perkumpulan Arta Jaya tidak hanya menjalankan program pemberdayaan masyarakat, tetapi juga menyediakan layanan profesional di bidang pengelolaan sampah, konsultasi, penelitian, pelatihan, serta pengembangan infrastruktur persampahan.
Hal ini membuktikan bahwa dengan dukungan pengembangan model bisnis yang berkelanjutan bagi UMKM, pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dapat berkembang menjadi solusi inovatif yang memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan. Dengan adanya inovasi teknologi dan model bisnis yang tepat, UMKM dapat berperan sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih serta menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan hijau.
(dpu/dpu)

5 hours ago
6

















































