Mata Uang Asia Merana Termasuk Rupiah, Kecuali Yen-Won

4 hours ago 1

Review Sepekan

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia

02 May 2026 10:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah terus mengalami tekanan dihadapan dolar Amerika Serikat (AS), membuat mata uang Negeri Paman Sam makin perkasa di tengah gejolak perang Timur Tengah yang tak kunjung mereda.

Melansir Refinitiv, pada Jumat (1/5/2026), rupiah ditutup melemah 0,17% ke posisi Rp17.305/US$. Sedangkan sepanjang pekan ini, rupiah pun masih terpuruk yakni melemah 0,67% secara point-to-point.

Sementara itu di deretan mata uang Asia, rupiah menjadi yang terburuk ketiga, setelah peso Filipina dan rupee India yang terkoreksi masing-masing 0,99% dan 0,69% sepanjang pekan ini.

Adapun yen Jepang menjadi yang paling perkasa sepanjang pekan ini yakni melesat 1,47%, disusul won Korea Selatan yang menguat 0,37%.

Pergerakan mata uang Asia pekan ini masih dipengaruhi dinamika dolar AS di pasar global, meski sepanjang pekan ini dolar AS terpantau melemah 0,38%, dilihat dari indeks DXY. Namun pada perdagangan Jumat kemarin, indeks DXY menguat 0,16% ke posisi 98,21.

Dinamika pergerakan dolar AS terjadi setelah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memutuskan untuk kembali menahan suku bunga, sehingga pasar mencermati lebih jauh arah kebijakan moneter AS ke depan, terutama setelah rapat tersebut menunjukkan perbedaan pandangan yang cukup tajam di internal The Fed.

Keputusan The Fed kali ini diambil melalui voting 8 berbanding 4, menjadi keputusan paling terbelah sejak 1992.

Kondisi ini membuka tantangan yang akan dihadapi Kevin Warsh ketika nantinya menjabat sebagai Ketua The Fed, terutama jika ingin mendorong pemangkasan suku bunga. Adapun masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed sendiri akan berakhir pada 15 Mei.

Dalam konferensi pers, Powell menyatakan bahwa meski ada empat pejabat The Fed yang menolak mempertahankan bias pelonggaran, dia tidak melihat bank sentral AS sedang mengarah ke kenaikan suku bunga.

Selain faktor The Fed, pasar juga masih dibayangi perang AS-Israel dengan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Ketidakpastian ini ikut menjaga permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah membahas cara mengurangi dampak dari kemungkinan blokade pelabuhan Iran selama beberapa bulan bersama perusahaan minyak AS. Kondisi ini membuat kekhawatiran terhadap pasokan energi global kembali meningkat.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(chd/chd)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |