Jakarta, CNBC Indonesia - PT. Timah (Persero) Tbk. (TINS) mencatat laba bersih hingga semester I tahun 2026 naik 805% menjadi sebesar Rp 2,71 triliun. Capaian tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang melesat sebesar 147% sebesar Rp10,42 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp4,22 triliun.
Direktur Produksi dan Komersial PT TIMAH (Persero) Tbk. Ilhamsyah Mahendra mengatakan, peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan volume penjualan serta meningkatnya harga jual rata-rata logam timah di tengah kondisi pasar yang masih kondusif.
"Melihat capaian semester I dari sisi penjualan dan kinerja operasi, Perseroan sangat optimistis bahwa produktivitas akan terus tumbuh konsisten hingga akhir tahun 2026," ujarnya dalam Public Expose secara virtual, dikutip Jumat (11/9/2026).
Di sisi operasional, produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn (naik 75% YoY), sedangkan produksi logam timah tumbuh 58% menjadi 10.865 metrik ton Sn. Volume penjualan logam timah juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 85% menjadi 10.984 metrik ton dengan rata-rata harga jual (ASP) sebesar USD49.794 per metrik
ton.
Kondisi pasar timah global sepanjang Semester I 2026 tetap menunjukkan fundamental yang solid dengan harga rata-rata LME Cash Settlement sebesar USD50.319,19 per metrik ton (naik 56,68% YoY). Tingginya permintaan industri semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), pusat data, serta transisi energi global terus memperkuat posisi timah sebagai komoditas strategis.
Untuk menopang keberlanjutan bisnis, Perseroan terus memperkuat kegiatan eksplorasi darat dan laut. Hingga Semester I 2026, PT TIMAH (Persero) Tbk mencatat total sumber daya timah sebesar 798 ribu ton dan cadangan timah sebesar 312 ribu ton Sn, yang menjadi fondasi kokoh bagi pengembangan usaha jangka panjang.
"Momentum kenaikan harga komoditas global saat ini juga menjadi stimulus kuat yang ikut mendorong pertumbuhan laba bersih secara signifikan. Pencapaian positif ini tidak lepas dari peran, sinergi dan dukungan penuh dari seluruh stakeholder," tutupnya.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

7 hours ago
1

















































