Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus peretasan kembali dialami industri kripto. Seorang hacker mencuri sekitar 4.000 Bitcoin senilai US$340 juta atau sekitar Rp5,9 triliun dari Liquid Network, jaringan settlement yang digunakan sejumlah bursa kripto.
Namun, tak lama setelah aksi tersebut, hacker mengembalikan sebagian besar aset yang dicurinya.
Liquid Network yang diluncurkan perusahaan kripto Blockstream pada 2018 mengungkapkan insiden tersebut melalui unggahan di X pada Minggu.
Perusahaan menyebut pelaku sebagai hacker "white hat" dan menghentikan sementara operasional jaringan sampai masalah keamanan tersebut diselesaikan.
Identitas hacker hingga kini belum diketahui. Sejumlah laporan media kripto menyebut pelaku diduga memanfaatkan celah atau bug untuk menarik Bitcoin dari dompet milik jaringan tersebut.
Menariknya, hacker disebut bersedia mengembalikan dana apabila Blockstream memperbaiki celah keamanan yang dimanfaatkan dalam serangan tersebut.
Mantan eksekutif Blockstream, Samson Mow, mengatakan bahwa perusahaan telah memperbaiki bug tersebut. Setelah perbaikan dilakukan, sekitar 3.400 dari total 4.000 Bitcoin yang dicuri telah dikembalikan.
"Perusahaan telah memperbaiki bug tersebut," kata Mow dalam unggahannya di X, dikutip dari TechCrunch, Kamis (10/9/2026).
Dengan demikian, sekitar 600 Bitcoin atau senilai kurang lebih US$47 juta masih berada dalam kendali hacker.
Mow mengatakan operasional Liquid Network masih akan dihentikan sementara. Blockstream akan melakukan perbaikan tambahan serta meningkatkan sistem keamanan sebelum jaringan kembali beroperasi.
Aksi pencurian tersebut masuk dalam jajaran peretasan aset digital terbesar yang tercatat sejauh ini.
Berdasarkan Rekt leaderboard, yang melacak kasus pencurian aset kripto, serangan terhadap Liquid Network menjadi salah satu peretasan kripto terbesar tahun ini.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

5 hours ago
22

















































