Kerusuhan Antarkelompok Agama Pecah, 3 Orang Tewas-Presiden Buka Suara

7 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Nepal kembali dilanda gelombang kerusuhan yang mengancam stabilitas keamanan dalam negeri. Sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas dalam bentrokan antara kelompok Muslim dan Hindu di wilayah selatan negara Himalaya tersebut, memicu pemberlakuan jam malam di sejumlah distrik dan pengerahan ratusan personel keamanan.

Mengutip Anadolu Agency, Jumat (31/7/2026), kekerasan komunal yang terjadi sejak akhir pekan lalu menjadi salah satu insiden ketegangan agama paling serius yang melanda Nepal dalam beberapa tahun terakhir.

Kerusuhan terjadi ketika negara itu masih berupaya pulih dari gelombang demonstrasi besar-besaran tahun lalu yang menewaskan puluhan orang.

Menanggapi situasi yang memburuk, Presiden Nepal Ramchandra Paudel mengeluarkan seruan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketenangan dan menghindari perpecahan.

"Saya menyerukan kepada partai-partai politik, masyarakat sipil, serta seluruh saudara dan saudari untuk menjaga persatuan sosial, keharmonisan antarkomunitas, persahabatan, dan toleransi," katanya.

Seruan tersebut muncul ketika bentrokan mulai meluas ke sejumlah wilayah dan menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya keamanan nasional.

Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, menyerukan hal serupa. Shah, yang jarang tampil di hadapan publik sejak menjabat pada Maret, mengakhiri sikap diamnya pada hari Kamis melalui pidato penting pertamanya yang ditujukan kepada seluruh bangsa.

Ia mendesak warga untuk bertindak secara bertanggung jawab dan membantu "menghilangkan awan keresahan".

"Saya, atas nama pemerintah, dengan tulus mengimbau warga, masyarakat sipil, komunitas keagamaan, seluruh tokoh terhormat, semua partai politik, dan media yang bertanggung jawab untuk bersabar, menahan diri, serta menjaga perdamaian, kerukunan, persaudaraan, dan persatuan nasional," ujar Shah.

Ia menjanjikan penyelidikan yang "sepenuhnya adil dan transparan", seraya menambahkan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab akan diproses secara hukum.

Penyebab Kerusuhan

Menurut pejabat dari daerah yang terdampak, aksi kekerasan mulai pecah pada Minggu malam.

Bentrokan pertama terjadi di Distrik Sunsari setelah perselisihan yang terjadi saat perayaan oleh dua komunitas agama berkembang menjadi aksi kekerasan. Ketegangan kemudian meningkat dengan cepat dan memicu serangan balasan antara kelompok yang bertikai.

Massa yang marah dilaporkan menyerang satu sama lain, membakar kantor-kantor pemerintah, pusat perbelanjaan, serta pos-pos polisi. Sejumlah fasilitas publik juga dirusak.

Situasi yang semakin tidak terkendali memaksa pemerintah memberlakukan jam malam di sebagian besar wilayah Nepal selatan.

Untuk mengendalikan kerusuhan, pemerintah mengerahkan ratusan personel keamanan ke lokasi bentrokan. Pasukan yang diterjunkan tidak hanya berasal dari kepolisian, tetapi juga melibatkan militer Nepal.

Aparat keamanan berupaya membubarkan kerumunan dan mencegah meluasnya kekerasan ke wilayah lain. Namun dalam proses tersebut, polisi melepaskan tembakan ke arah massa.

Menurut laporan Anadolu, polisi menembaki para pengunjuk rasa untuk menghentikan bentrokan yang terjadi. Tindakan tersebut menyebabkan seorang petani bernama Om Prakash Mehata tewas.

Selain itu, puluhan warga setempat mengalami luka-luka akibat tembakan aparat. Salah satu korban luka adalah Jaya Prakash Mehata, yang kemudian meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit pada Kamis.

Kematian Mehata memicu gelombang kemarahan baru di kalangan kelompok Hindu. Mereka kemudian menggelar demonstrasi di Distrik Sunsari dan sejumlah wilayah lainnya.

Korban jiwa ketiga dilaporkan berasal dari Distrik Siraha. Administrator distrik setempat, Chatraj Baral, mengonfirmasi laporan tersebut kepada Anadolu.

Adapun Nepal merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Namun sejak penghapusan sistem monarki pada 2008, Nepal secara resmi ditetapkan sebagai negara sekuler.

Sejak perubahan tersebut, negara itu relatif berhasil menghindari konflik besar yang berlatar belakang agama. Karena itu, munculnya kekerasan terbaru ini memicu kekhawatiran luas di kalangan masyarakat.

Banyak pihak khawatir bentrokan dapat memperburuk situasi politik dan sosial yang masih rapuh.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |