Kemnaker Tunjuk Penyebab 88.519 Orang Kena PHK, Bisnis Ini Terbanyak

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang 2025 tercatat mencapai 88.519 orang. Salah satu pemicu utama dari lonjakan itu disebut berasal dari tingginya tensi geopolitik global yang ikut menekan aktivitas perdagangan internasional.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Indah Anggoro Putri, menjelaskan situasi dunia yang masih bergejolak pada awal 2025 hingga semester pertama memberikan dampak langsung terhadap ekspor dan impor, yang kemudian berujung pada PHK.

"Pertama kan ada tekanan juga dari ekspor-impor, itu pasti. Kondisi dunia di 2025 awal terutama sampai semester pertama Kan masih ada dinamika cukup tinggi, geopolitik, ada perang dan sebagainya, pasti itu pengaruh ke ekspor," kata Indah saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Indah menyebut, sektor yang paling banyak melakukan PHK berasal dari sektor manufaktur.

Sebagai informasi, laman Satudata Kemnaker juga menunjukkan Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah korban PHK tertinggi, yakni 18.815 orang atau setara 21,26% dari total nasional.

Di tengah kondisi tersebut, Kemnaker menegaskan tetap menyiapkan berbagai langkah untuk menekan angka pengangguran dan membantu pekerja yang terdampak. Upaya itu antara lain dilakukan lewat Program Magang Nasional hingga berbagai pelatihan yang melibatkan serikat pekerja.

"Ada magang nasional bagi para penganggur baru yang terdidik ya. Tadi disampaikan (Menaker Yassierli) sudah mencapai target 100 ribu peserta, InsyaAllah magang tahun ini dobel, ya, 150 ribu rencananya. Terus kemudian pelatihan-pelatihan termasuk melibatkan serikat pekerja. Tadi Pak Menteri bilang akan dimasifkan di tahun ini," ujarnya.

Indah juga menanggapi anggapan bahwa Kemnaker dinilai belum melakukan aksi nyata dalam merespons gelombang PHK. Menurutnya, persoalan PHK tidak bisa dibebankan hanya pada satu kementerian, karena banyak faktor penyebab yang membutuhkan koordinasi lintas lembaga.

"Saya rasa kan soal PHK itu kan bukan cuma Kemnaker ya. Ada banyak kementerian/lembaga terkait. Perhatian presiden pun kan sudah sangat tinggi tuh. Ada magang nasional bagi para penganggur baru yang terdidik ya," kata Indah.

"Jadi upaya ada. Dan sekali lagi, mengatasi PHK itu kan bukan cuma Kementerian Ketenagakerjaan. Banyak faktor yang menjadi pengaruh, menjadi faktor penyebab PHK. Jadi pasti ada koordinasi dan kolaborasi bersama," sambungnya.

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |