Kapan Harga Cabai Turun? Ini Ramalannya

6 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memprediksi harga cabai rawit merah akan kembali turun pada minggu ketiga puasa seiring masuknya panen raya di sejumlah sentra produksi di Pulau Jawa. Saat ini, harga sudah mulai melandai setelah sebelumnya sempat menembus di atas Rp100 ribu per kilogram (kg).

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy mengatakan, tren penurunan harga sudah terlihat dalam beberapa hari terakhir karena pasokan mulai masuk ke pasar.

"Cabai rawit itu sekarang sudah mulai turun karena di beberapa sentra ada panen. Harga pangan lain secara umum relatif stabil," ujar Sarwo saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya harga cabai rawit merah sempat melonjak karena faktor cuaca. Musim hujan membuat petani menunda panen lantaran risiko busuk cukup tinggi.

"Para petani kan biasanya enggan memanen ketika musim hujan. Karena kalau musim hujan dipanen, itu biasanya busuk. Nah, itu kendalanya," katanya.

Ketika hujan reda, petani langsung memanfaatkan waktu untuk memanen hingga malam hari demi mengejar pasokan ke pasar.

"Sehingga para petani kalau misalnya hari ini tidak hujan, itu panen sampai malam hari. Kemudian langsung di-drop ke pasar-pasar induk biasanya, atau pasar-pasar langganan mereka. Sehingga harga sekarang itu sudah mulai turun," terang dia.

Pantauan harga pangan jelang Nataru di Pasar Rumput, Jakarta, Jumat (19/12/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Foto: Pantauan harga pangan jelang Nataru di Pasar Rumput, Jakarta, Jumat (19/12/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Pantauan harga pangan jelang Nataru di Pasar Rumput, Jakarta, Jumat (19/12/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Sarwo mengatakan, jika pekan lalu harga masih berada di atas Rp100 ribu per kg, kini sudah turun ke kisaran Rp90 ribu. Bahkan di tingkat pengecer sudah ada yang berada di level Rp70 ribu per kg.

"Saya dengar tadi pagi sekitar Rp70 ribu (per kg) di pengecer. Mungkin kalau di Pasar Induk Kramat Jati sekitar Rp65 ribu atau Rp60 ribu (per kg). Harga Acuan Pemerintah, harga pembelian pemerintah itu Rp57 ribu. Memang untuk cabai rawit merah ini agak tinggi," paparnya.

Menurutnya, penurunan harga cabai rawit merah juga dipengaruhi oleh peran petani champion, yang aktif menyuplai pasar tradisional.

"Jadi kami melalui Direktorat Jenderal Hortikultura selalu komunikasi, dan melalui Direktur Sayuran dan Tanaman Obat yang selalu komunikasi dengan champion-champion itu untuk menyuplai ke pasar-pasar tradisional terutama," ujar Sarwo.

Bapanas memproyeksikan harga akan semakin terkoreksi saat panen raya dimulai pada minggu ketiga puasa.

"Minggu ketiga puasa ini sudah mulai panen raya. Itu informasi dari Ditjen Hortikultura. Panennya wilayah Jawa; Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat," kata dia.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Lebaran, Bapanas juga akan melanjutkan fasilitasi distribusi, namun bersifat fleksibel sesuai kebutuhan daerah.

"Fasilitasi distribusi akan dilanjutkan tapi berdasarkan permintaan dari Pemda setempat, sehingga harga di sentra produksi sama harga di wilayah yang defisit itu sama," ujarnya.

Ia menekankan, distribusi dilakukan agar harga di tingkat petani tetap wajar, sementara konsumen tidak terbebani harga terlalu tinggi.

"Yang penting, dari sini harga petani normal, sini juga harga tidak terlalu mahal. Sehingga harga di tingkat acara juga wajar," kata Sarwo.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Minggu ke-4 Februari 2026, tekanan harga cabai rawit masih terjadi di banyak daerah. Tercatat sebanyak 221 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) cabai rawit. Jumlah ini meningkat dibandingkan minggu-minggu sebelumnya, yakni 189 daerah pada awal Februari, lalu naik menjadi 210 dan 214 daerah, hingga akhirnya mencapai 221 daerah pada akhir Februari.

Secara nasional, rata-rata harga cabai rawit pada minggu ke-4 Februari 2026 berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah. Sepanjang Februari 2026, harga rata-rata cabai rawit tercatat naik 21,82% dibandingkan Januari 2026.

Pada Januari 2026 harga rata-rata berada di sekitar Rp57.492 per kg, dan mengalami kenaikan menjadi Rp70.036 per kg pada minggu keempat Februari 2026. Angka tersebut sudah melampaui batas atas HAP konsumen yang berada di kisaran Rp57.000 per kg.

(wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |