Kalahkan Cabai dan Beras, Harga Daging Ayam Paling Melonjak Tahun Ini

4 hours ago 2

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

29 July 2026 15:40

Jakarta, CNBC Indonesia - Daging ayam menjadi bahan pangan dengan kenaikan harga tertinggi sepanjang tahun ini. Harganya juga masih merangkak naik pada Juli.

Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, menunjukkan rata-rata harga daging ayam ras sepanjang Juli mencapai Rp37.769 per kilogram, naik 0,87% dibandingkan rata-rata Juni sebesar Rp37.445 per kilogram.

Dalam tiga hari terakhir, harga ayam bahkan bertahan di kisaran Rp39.000-Rp39.100 per kilogram. Sebaliknya, rata-rata harga telur ayam turun menjadi Rp29.228 per kilogram dari Rp30.030 per kilogram pada Juni atau melemah sekitar 2,67% secara bulanan.

Bila dihitung sepanjang tahun ini (Januari-Juli 2026) dibandingkan periode yang sama tahun lalu maka daging ayam menjadi komoditas pangan dengan kenaikan tertinggi.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, rata-rata daging ayam pada Januari-Juli 2026 dibanderol Rp 39.925,17 per kg sementara pada Januari-Juli 2025 ada di Rp 36.453,94 per kg.
Pada Juli 2025, Harga daging ayam bahkan hanya Rp 35.250/kg.

Di bawah daging ayam adalah telur ayam dan minyak goreng dengan kenaikan harga tertinggi.

Perbaikan harga ayam terjadi seiring meningkatnya permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi mengatakan penyerapan ayam oleh program tersebut mulai mengurangi kelebihan pasokan yang membebani pasar dalam dua bulan terakhir.

"Harga ayam sudah mulai bergerak naik, mulai hari Senin 13 Juli 2026 setidaknya kerugian para peternak berkurang. Saat ini harga ayam hidup (di peternak) di kisaran Rp20.000 per kg, dibandingkan dengan Juni yang Rp13.000 (per kg). Artinya ada kenaikan. Biaya pokok peternak saat ini Rp20.000-Rp22.000 per kg," kata Sugeng kepada CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).

Meski harga mulai pulih, keseimbangan pasar belum sepenuhnya tercapai.

Menurut Sugeng, produksi ayam nasional masih berada di atas kebutuhan sehingga tambahan permintaan dari MBG baru menyerap sebagian surplus yang sudah terbentuk.

Di sisi lain, biaya produksi juga terus meningkat. Harga day old chick (DOC) naik dari sekitar Rp4.000 menjadi Rp6.500 per ekor, sementara harga pakan bertambah sekitar Rp1.000 per kilogram sejak awal Mei. Pakan menyumbang sekitar 70% dari biaya pokok produksi sehingga setiap kenaikan harga bahan baku langsung meningkatkan beban peternak.

Permintaan yang meningkat melalui MBG memang membuka ruang bagi industri perunggasan. Program yang ditargetkan menjangkau sekitar 82,9 juta penerima manfaat itu membutuhkan pasokan protein hewani dalam jumlah besar secara berkelanjutan.

Namun, pola permintaan dari program pemerintah berbeda dengan konsumsi rumah tangga. Penyerapan sangat bergantung pada pelaksanaan program, termasuk kegiatan belajar di sekolah. Ketika sekolah memasuki masa libur atau distribusi makanan berkurang sementara, kebutuhan ayam dari MBG dapat ikut menurun. Apabila produksi tetap tinggi pada periode yang sama, tekanan pasokan berpotensi kembali muncul.

Dalam waktu yang bersamaan, pemerintah membuka impor 580.000 ekor grand parent stock (GPS) ayam dari Amerika Serikat melalui skema Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Nilai impor tersebut diperkirakan mencapai US$17-20 juta. Pemerintah juga membuka impor mechanically deboned meat (MDM) sekitar 120.000-150.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan industri makanan olahan seperti sosis, nugget, dan bakso.

GPS merupakan mata rantai paling atas dalam sistem pembibitan ayam komersial. Bibit tersebut menghasilkan parent stock yang kemudian memproduksi final stock sebagai sumber day old chick (DOC) bagi peternak. Penambahan GPS akan meningkatkan kapasitas pembibitan nasional dalam beberapa siklus produksi berikutnya.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai Indonesia masih bergantung pada impor GPS. Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Yudhistira Nugraha mengatakan produksi GPS dunia masih didominasi negara-negara yang telah membangun riset pembibitan selama puluhan hingga ratusan tahun.

Kondisi tersebut mendorong BRIN mengembangkan GPS ayam lokal berbasis sumber daya genetik Indonesia.

Menurut BRIN, pengembangan GPS lokal diperlukan untuk memperkuat fondasi industri perunggasan nasional sekaligus mendukung peningkatan kebutuhan protein hewani, termasuk dari program MBG.

Agenda impor tersebut berlangsung bersamaan dengan upaya pemerintah membangun industri ayam terintegrasi melalui investasi Danantara senilai Rp20 triliun. Program ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok perunggasan dari hulu hingga hilir agar kebutuhan protein nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Ekonom Senior Indef Tauhid Ahmad menilai pembukaan impor ayam perlu diperhitungkan secara matang agar tidak mengurangi daya saing industri yang sedang dibangun pemerintah. Menurut dia, proyek hilirisasi ayam melalui Danantara sudah mulai berjalan di sejumlah daerah sebagai proyek percontohan.

"Pemerintah kan punya hilirisasi ayam (Danantara), sudah ada pilot project dan sudah dilakukan di beberapa lokasi," kata kata Tauhid saat ditemui di Jakarta, Kamis (5/3/2026) kepada CNBC Indonesia. 

Menurut Tauhid, persaingan akan sangat ditentukan oleh efisiensi biaya produksi. Produk impor memiliki peluang lebih cepat masuk ke pasar, sementara proyek hilirisasi masih memerlukan waktu untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

"Menurut saya bukan terancam gagal, tapi market akan milih mana yang lebih murah. Kita belum tahu harga yang akan dihasilkan oleh Danantara berapa banyak dan berapa besar, tetapi kalau misalnya impor ini bisa jauh lebih murah, pasti konsumen akan milih harga yang lebih murah," ujar Tauhid.

Kondisi tersebut membuat keseimbangan antara pertumbuhan produksi dan permintaan menjadi tantangan utama industri perunggasan. MBG memberi tambahan ruang bagi pasar untuk menyerap produksi ayam nasional. Pada saat yang sama, peningkatan kapasitas pembibitan melalui impor GPS memerlukan perencanaan yang terukur agar pasokan tumbuh sejalan dengan kebutuhan konsumsi.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |