Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memangkas koreksi pada akhir sesi 1 hari ini, Kamis (18/6/2026). Indeks ditutup di level 6.154,92, turun 65,82 poin atau -1,06%.
Sebanyak 441 emiten di zona merah, 237 naik, dan 281 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 10,06 triliun, melibatkan 13,59 miliar saham dalam 1,05 juta kali transaksi.
Sebagai informasi, IHSG sempat turun lebih dari 2% dan menyentuh level terendah harian di 6.073,72. Menjelang akhir sesi 1, IHSG memangkas koreksi dan sempat menyentuh level tertinggi hari ini di 6.197,17.
Pada perdagangan kemarin, IHSG menutup hari dengan koreksi 0,55% ke level 6.220,74.
Mengutip Refinitiv, sejumlah saham yang memimpin kenaikan IHSG pada perdagangan-perdangangan sebelumnya menjadi pemberat utama. Telkom (TLKM) berkontribusi -24,01 poin.
Lalu diikuti oleh Bank Rakyat Indonesia (BBRI) -15,68 poin, Bank Central Asia (BBCA) -9,37 poin, dan Bank Mandiri (BMRI) -7,82 poin.
Adapun saat ini pelaku pasar tengah menunggu pengumuman hasil akhir Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Mayoritas pelaku pasar memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan kembali menaikkan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) kali ini yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Namun kini, jaraknya menipis.
Dari 14 institusi yang berpartisipasi dalam polling CNBC Indonesia, delapan memperkirakan BI Rate akan naik 25 basis poin menjadi 5,75%. Sementara enam institusi lainnya memperkirakan BI mempertahankan suku bunga di level 5,50%.
Dengan hasil tersebut, median proyeksi dalam polling CNBC Indonesia berada di level 5,75%.
Perdebatan ini muncul karena BI baru saja dua kali menaikkan suku bunga dalam waktu berdekatan. Pada RDG Bulanan Mei 2026, BI lebih dulu menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%.
Kemudian, pada RDG Mingguan pada pekan lalu, Senin (9/6/2026), BI kembali mengejutkan pasar dengan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Artinya, dalam waktu kurang dari satu bulan, BI sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar total 75 basis poin.
Kelompok analis yang memperkirakan BI menahan suku bunga menilai kenaikan mendadak pada awal Juni sudah cukup untuk meredam tekanan terhadap rupiah.
Namun, sebagian menilai tekanan terhadap rupiah masih terlalu besar untuk diabaikan sehingga ruang kenaikan suku bunga tambahan masih terbuka.
Melansir Refinitiv, level terlemah rupiah sepanjang sejarah berada di posisi Rp18.170/US$ yang terbentuk pada penutupan perdagangan Senin (8/6/2026).
Sementara itu, per pukul 12.20 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar berada di posisi Rp 17.795.
Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada pengumuman MSCI Global Market Accessibility Review yang dijadwalkan rilis pada Jumat (19/6/2026) besok subuh.
Hasil tinjauan tahunan ini memiliki implikasi masif karena mengevaluasi tingkat aksesibilitas pasar modal di berbagai negara beserta kualitas infrastruktur pasarnya.
Bagi pasar ekuitas Indonesia, pengumuman besok subuh ini selalu menjadi sorotan krusial. Setiap penyesuaian metodologi klasifikasi pasar, perlakuan khusus terhadap instrumen ekuitas, maupun tinjauan terkait regulasi batasan bobot saham publik atau aturan free float akan berdampak terstruktur pada komposisi portofolio reksa dana pasif global.
Keputusan ini berpotensi akan memicu penyesuaian posisi investasi dalam volume transaksi yang besar. Hal ini juga berpotensi menciptakan volatilitas likuiditas dan harga saham emiten berkapitalisasi raksasa di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan akhir pekan nanti.
Selain Accessibility Review, MSCI juga akan segera merilis MSCI Annual Market Classification Review pada Rabu (24/6/2026) subuh mendatang.
Rilis ini akan menjadi penentu bagi pasar ekuitas di Indonesia terkait akankah Indonesia tetap berada di Emerging Market atau dalam kasus terburuknya bisa turun ke dalam Frontier Market seperti yang ditakuti oleh Investor beberapa bulan terakhir sejak diedarkannya surat pemberitahuan terkait transparansi pasar oleh MSCI pada Rabu (28/1/2026).
(mkh/mkh)
Addsource on Google

3 hours ago
2

















































