IMF Sebut Dolar Lagi Lemah, Kok Kurs Rupiah Nyaris Rp 17.000/US$?

18 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Dana Moneter Internasional atau IMF mengungkapkan, dolar Amerika Serikat (AS) kini dalam tren yang tertekan, efek sentimen negatif investor yang menyoroti masalah gangguan independensi bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

Sentimen itu tengah menyeruak setelah Ketua The Fed Jerome Powell tengah menghadapi tekanan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Ia kini tengah dinvestigasi Kejaksaan AS terkait dugaan "penyalahgunaan uang pembayar pajak" terkait renovasi kantor pusat The Fed, setelah sebelumnya terus bersitegang dengan Trump karena dianggap lambat menurunkan suku bunga Fed Fund Rate.

Menurut IMF, dalam World Economic Outlook Update edisi Januari 2026, masalah itu yang membuat kurs dolar kini kembali sedikit tertekan, setelah sebelumnya memang menguat karena upaya lindung nilai para investor global.

"Dolar Amerika Serikat sedikit menguat seiring melambatnya momentum investor dalam melakukan lindung nilai (hedging) atas eksposur mereka, namun sempat kembali berada di bawah tekanan setelah dimulainya penyelidikan terhadap ketua Federal Reserve," dikutip dari laporan IMF terbaru, Selasa (20/1/2026).

Indeks dolar AS (DXY) juga terbukti tengah merosot, bahkan hingga perdagangan pada pukul 15.00 WIB, Senin (19/1/2026). DXY terpantau melemah 0,20% ke level 99,19.

Pelemahan dolar AS di pasar global seharusnya membuka ruang penguatan bagi mata uang negara berkembang, namun rupiah kembali gagal memanfaatkan momentum tersebut.

Kurs rupiah ditutup melemah 0,33% ke level Rp16.935/US$ pada perdagangan kemarin, sekaligus mencetak level penutupan terlemah sepanjang sejarah terbaru. Padahal pada pembukaan perdagangan pagi harinya, rupiah sempat menguat 0,15% dan berada di level Rp16.850/US$.

Berdasarkan data Revinitif, sepanjang perdagangan hari kemarin, rupiah bergerak di rentang Rp16.850-Rp16.945 per dolar AS, mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi di tengah tekanan pasar.

Depresiasi yang dialami mata uang rupiah bahkan menjadi yang terburuk di Asia pada pagi harinya, sekitar pukul 09.35 WIB, saat pelamahan masih di kisaran 0,21% dengan level kurs Rp 16.915/US$.

Berdasarkan catatan tim riset CNBC Indonesia, depresiasi itu jauh lebih rendah dari tekanan dong Vietnam yang turut terdepresiasi 0,11% di level VND 26.264/US$. Selain itu, won Korea dan peso Filipina juga melemah dengan pelemahan masing-masing sebesar 0,09% DAN 0,08% ATAU di level KRW 1.474,64/US$ dan PHP 59,384/US$.

Sementara itu, beberapa mata uang Asia yang justru berhasil menguat di antaranya Baht Thailand yang terapresiasi 0,41%. di level THB 31,29/US$. Diikuti oleh dolar Taiwan yang menguat 0,33% di level 31,505/US$.

Dolar Singapura dan yen Jepang pun menguat masing-masing 0,18% dan 0,15%. Penguatan yen sejalan dengan karakter mata uang tersebut yang kerap diburu saat pasar global sedang mencari perlindungan.

Tak hanya itu, yuan China juga terpantau menguat 0,06% ke level 6,9638/US$, sementara ringgit Malaysia cenderung stagnandi posisi 4,055/US$.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menduga, tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat disebabkan spekulasi gangguan independensi Bank Indonesia (BI) setelah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dinominasikan Presiden Prabowo Subianto sebagai pengganti Juda Agung, Deputi Gubernur BI yang mengundurkan diri.

"Jadi ini mungkin sebagian spekulasi ketika Thomas akan ke sana, wow orang spekulasi, dia (BI) independensinya hilang. Saya pikir enggak akan begitu," kata Purbaya saat ditemui di kawasan Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Menurut Purbaya, tekanan rupiah itu tak mencerminkan tekanan terhadap fundamental ekonomi Indonesia, sebab ia menyinggung level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang malah menguat pada perdagangan hari ini. Indeks naik 58,47 poin atau 0,64% ke level 9.133,87 pada penutupan perdagangan.

"Rupiah kan akan tergantung pada fundamental ekonominya. Anda lihat kan? IHSG All time high, kan? Oh, 9.133," tegasnya.

"Kalau indeks naik ke situ, pasti ada flow asing masuk ke situ juga, kan? Enggak mungkin masuk sendiri yang bisa mendorong itu ke level yang seperti itu. Jadi tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat. Juga karena suplai dolar akan bertambah," ucap Purbaya.

Oleh sebab itu, ia meyakini setelah spekulasi terkait masuknya Wamenkeu ke otoritas moneter berakhir, kurs rupiah dengan sendirinya akan membalik menguat dalam waktu dekat.

"Begitu insaf (spekulan), juga langsung menguat lagi rupiah karena fondasi ekonominya kita akan jaga supaya semakin membaik ke depan. Pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat, semakin cepat, semakin cepat," tegasnya.

(arj/mij)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |