Iklim Global Memburuk, Siap-Siap Rekor Suhu Terpanas di 2027

10 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorology Organization/WMO) yang berada di bawah PBB melaporkan bahwa keseimbangan iklim bumi saat ini berada pada tingkat terburuk dalam sejarah. Bumi mulai menyerap jauh lebih banyak energi panas daripada yang dapat dilepaskan akibat tingginya emisi gas rumah kaca seperti karbondioksida.

Melansir BBC International, kondisi tersebut diprediksi akan semakin mendesak dalam waktu dekat.

Para ilmuwan WMO memproyeksikan kemunculan fase pemanasan alami El Nino pada paruh kedua tahun 2026. Jika digabungkan dengan tren pemanasan akibat aktivitas manusia, fenomena tersebut berpotensi mendorong suhu global mencapai rekor tertinggi baru pada 2027 mendatang.

Merespons laporan tersebut, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mendesak seluruh negara untuk segera beralih dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan. Tidak lain, hal itu untuk mewujudkan keamanan iklim, keamanan energi, dan keamanan nasional.

"Bumi sedang didorong melampaui batasnya. Setiap indikator iklim utama menyala merah," kata Guterres dilansir BBC International, Senin (23/6/2026).

Fenomena ketidakseimbangan energi yang memecahkan rekor tersebut telah memanaskan lautan ke tingkat tertinggi pada tahun lalu dan terus mencairkan lapisan es di kutub. Situasi itu diperkirakan akan menjadi semakin genting karena para ilmuwan memantau potensi fase pemanasan alami El Nino yang diprediksi akan terbentuk pada paruh kedua tahun 2026 ini.

"Jika kita beralih ke El Nino, kita akan melihat peningkatan suhu global lagi, dan berpotensi mencapai rekor baru," kata Ilmuwan WMO John Kennedy.

WMO mencatat, 11 tahun terakhir merupakan periode terpanas sejak pencatatan dimulai pada 1850. Pada 2025 lalu, suhu udara rata-rata global tercatat sekitar 1,43 derajat Celcius di atas level pra-industri.

Lebih dari 90% energi panas berlebih tersebut diserap oleh lautan. Imbasnya, panas yang tersimpan di lapisan atas lautan global mencapai rekor tertinggi baru pada tahun lalu.

Kondisi tersebut turut merusak ekosistem laut, memicu badai yang lebih intens, serta mempercepat pencairan gletser dan es di kutub yang berdampak pada kenaikan permukaan air laut.

"Aktivitas manusia semakin mengganggu keseimbangan alami dan kita akan hidup dengan konsekuensi ini selama ratusan dan ribuan tahun," jelas Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo.

(haa/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |