IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya?

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memangkas sebagian pelemahannya, tetapi masih ditutup di zona merah pada akhir sesi I perdagangan Rabu (29/7/2026).

Pelaku pasar masih cenderung berhati-hati menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed), di tengah tekanan dari pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak dunia.

Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG turun 37 poin atau 0,60% ke level 6.093,59. Sepanjang sesi I, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.174,41 dan terendah 6.029,32.

Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp16,84 triliun dengan volume perdagangan 25,95 miliar saham dalam 1,24 juta kali transaksi. Sebanyak 184 saham menguat, 489 saham melemah, dan 292 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.667 triliun.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah mayoritas sektor yang masih berada di zona merah. Sektor properti memimpin koreksi dengan penurunan 4,27%, diikuti utilitas yang melemah 3,21%, konsumer non-primer turun 1,23%, industri melemah 0,87%, teknologi turun 0,65%, energi melemah 0,48%, konsumer primer turun 0,47%, kesehatan terkoreksi 0,39%, keuangan melemah 0,34%, serta bahan baku turun 0,10%.

Secara teknikal, IHSG juga masih berada di bawah Weighted Moving Average (WMA) 20 yang berada di kisaran 6.146, sementara indikator MACD menunjukkan momentum penguatan mulai melemah.

Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai pelemahan IHSG dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik.

"Dari eksternal, market sentiment masih cenderung berhati-hati menjelang sejumlah agenda global, sehingga memicu berkurangnya risk appetite terhadap aset berisiko. Dari domestik, pasar juga sedang mencerna rilis kinerja Semester I-2026 yang hasilnya bervariasi, sehingga mendorong aksi profit taking pada sejumlah saham yang sebelumnya telah menguat," ujarnya kepada CNBC Indonesia.

Menurut Elandry, tekanan jual pada sesi I masih lebih dominan dibandingkan minat beli, meski aktivitas transaksi belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.

"Hal ini mengindikasikan investor cenderung melakukan penyesuaian portofolio sambil menunggu katalis baru. Selama belum ada sentimen negatif baru, kami melihat pelemahan ini masih berada dalam fase konsolidasi yang wajar, bukan mencerminkan perubahan fundamental pasar secara keseluruhan," katanya.

Untuk jangka pendek, ia memperkirakan IHSG masih bergerak konsolidatif dengan support di kisaran 6.050-6.080. Jika level tersebut ditembus, indeks berpeluang menguji area 6.000. Sementara itu, resistance berada di rentang 6.150-6.200, dan peluang rebound akan semakin terbuka apabila disertai masuknya aliran dana asing.

Senada, Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan pergerakan IHSG masih sejalan dengan proyeksi teknikal.

Ia mencatat dalam sepekan terakhir terjadi outflow investor asing di pasar reguler sebesar Rp4,36 triliun. Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang membebani sentimen pasar.

"Investor masih menanti hasil FOMC Meeting pada 29 Juli waktu setempat, di mana The Fed diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%-3,75%," ujarnya.

Selain itu, kenaikan harga minyak mentah Brent dan WTI kembali ke kisaran US$80 per barel setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut menekan sentimen. Di sisi domestik, nilai tukar rupiah yang kembali ke level Rp18.000-an per dolar AS juga menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar.

Meski demikian, Herditya masih mempertahankan proyeksi base case IHSG di level 7.000, sedangkan bear case berada di level 6.100, yang menunjukkan prospek jangka menengah pasar saham Indonesia dinilai masih relatif terjaga meskipun volatilitas jangka pendek meningkat.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |