Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi CNBCIndonesia.com
Setelah membaca berbagai jenis buku self-help seperti "Set Boundaries", "Find Peace", "You Are the One You've Been Waiting For", dan "Attached", serta menjalani talk therapy dan play creative art therapy, saya merasa siap untuk berhenti berlari dari trauma yang saya alami. Saya siap menghadapi masa lalu yang menyakitkan, memvalidasi perasaan waktu itu, melangkah maju, dan benar-benar menyembuhkan luka lama.
Namun, rasanya belum cukup. Saya ingin menggali lebih dalam ke alam bawah sadar. Dari rekomendasi teman, saya bertemu dengan Shareen Jethnani, seorang hypnotherapist bersertifikat berpraktik di Jakarta.
Shareen memulai kariernya di Human Resource Development setelah kuliah di UNSW Sydney. Perjalanannya kemudian mengubahnya menjadi certified professional coach (EMCC) dan certified hypnotherapist (CPHt), terakreditasi oleh Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH).
Ia telah bekerja intensif di bidang ini selama tiga tahun terakhir. Pendekatannya berakar kuat pada pengalaman hidup nyata, kerja emosional, dan pemahaman mendalam tentang perilaku manusia. Spesialisasinya fokus pada penyembuhan emosional: trauma, kecemasan, overthinking, pola hubungan, harga diri, dan inner child work. Shareen juga banyak membantu high-functioning individuals yang terlihat "baik-baik saja" di luar, tapi merasa terjebak atau tidak terpenuhi secara internal.
Hypnotherapy adalah terapi yang mengakses alam bawah sadar melalui kondisi relaksasi mendalam dan fokus tinggi. Ini bukan tidur, bukan pula hypnosis panggung yang menghibur. Selama sesi, klien tetap sadar penuh, hanya dalam keadaan sangat rileks dan terfokus.
Klien tidak kehilangan kendali, tidak akan diperintah melakukan hal melawan nilai atau keyakinan pribadi. Transformasi sejati datang dari kesediaan klien menghadapi, merasakan, dan melepaskan beban yang telah lama disimpan.
Hypnotherapy bekerja dengan memutus akses ke pikiran analitis, langsung menyentuh alam bawah sadar tempat emosi, pola, dan keyakinan tersimpan. Di situlah perubahan nyata dan bertahan lama terjadi.
Terapi ini paling efektif untuk masalah berakar pada pola atau "blueprint" bawah sadar: kecemasan, ketakutan, respons trauma, keyakinan membatasi (limiting beliefs), kebiasaan buruk, dan pemicu emosional. Untuk kondisi klinis berat seperti skizofrenia atau bipolar berat, hypnotherapy tidak dipakai sebagai pengobatan tunggal, tapi bisa jadi alat pendukung bila dikombinasi dengan perawatan medis/psikiatri yang tepat.
Umumnya, semua usia bisa menjalani hypnotherapy. Untuk masalah permukaan, beberapa klien merasakan perubahan setelah 1-2 sesi. Untuk pola lebih dalam seperti trauma masa kecil, rata-rata butuh 3-6 sesi untuk perubahan stabil dan bertahan.
Tujuannya bukan sekadar bantuan sementara, tapi rewire cara merespons hidup. Dibutuhkan sekitar 40 hari bangun kebiasaan baru, 120 hari geser keyakinan inti. Klien dengan masalah mendalam biasanya disarankan sesi setiap 10 hari agar konsisten melalui fase transformasi 40 hari pertama.
Salah satu stigma terbesar hypnotherapy adalah kesalahpahaman bahwa klien "kehilangan kendali" atau tidak sadar. Ini tidak benar. Klien sepenuhnya sadar, tidak pernah dipaksa. Transformasi muncul dari kemauan klien sendiri.
Selama sembilan sesi dengan Shareen, saya menemukan kembali banyak kenangan masa lalu. Flashbacks sangat jelas dan akurat menangkap peristiwa utama yang membentuk mekanisme coping saya hari ini.
Melenyapkan kenangan itu butuh waktu dan tidak mudah. Seperti kata Carl Jung: "Until you make the unconscious conscious, it will direct your life and you will call it fate." Sepanjang tujuh bulan itu, saya perlahan-lahan membuat yang bawah sadar menjadi sadar, memaafkan masa lalu, menerimanya apa adanya, dan mencari makna di balik mengapa berbagai hal terjadi.
Setelah tujuh bulan, perilaku saya mulai bergeser. Saya mulai bisa identifikasi pemicu lebih cepat, saya mampu regulasi emosi dan pasang batasan sehat. Selain menjadi hypnotherapist, Shareen juga jadi coach saya. Ia membantu saya menemukan tujuan hidup saya.
Pengalaman saya ini benar-benar transformatif. Saya hanya berharap orang lain yang sedang bergumul di Indonesia bisa mendapat akses serupa. Saat ini, jumlah praktisi hypnotherapy bersertifikat di Indonesia masih terbatas.
Data menunjukkan kurang dari 500 hypnotherapist profesional tersebar di Jawa, Sumatra, dan Bali. Banyak daerah lain masih sangat minim akses. Belum ada program subsidi pemerintah khusus untuk terapi ini. Minimnya kesadaran publik dan stigma masih jadi hambatan besar.
Untuk itu, pemerintah perlu mengambil langkah nyata. Subsidi sertifikasi hypnotherapy untuk psikolog dan konselor yang sudah praktis. Bantu subsidi biaya sesi hypnotherapy bagi penderita gangguan kecemasan, trauma, PTSD, depresi ringan-sedang, dan masalah emosional lainnya yang butuh bantuan serius. Ini investasi jangka panjang: adult healing berarti produktivitas naik, beban kesehatan mental turun.
Kesehatan mental bukan kemewahan. Ini hak dasar generasi Indonesia yang sedang berusaha sembuh. Dengan membuka akses hypnotherapy yang terjangkau, Indonesia dapat membenahi fondasi generasi emas tahun 2045. Orang sehat mental = bangsa kuat. Hypnotherapy bukan sihir. Ini sains penyembuhan. Sudah saatnya, untuk Indonesia berhenti ragu dan mulai bertindak.
(miq/miq)
Addsource on Google

1 hour ago
2

















































