Heboh Soal 'Sell Off' Indonesia, Bos OJK Buka Suara

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara mengenai seruan "sell Indonesia" dari investor luar yang sempat heboh di pasar dan media sosial. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia baik.

Oleh karena itu, perempuan yang akrab disapa Kiki itu mengimbau agar masyarakat tidak menelan mentah-mentah seruan yang beredar tersebut.

"Gini loh teman-teman kan kita sendiri tinggal di Indonesia, kita lihat juga bagaimana Indonesia ini secara fundamental sebetulnya kita lihat baik ya juga hal-hal lain. Jadi kalau menurut saya kalau ada ajakan-ajakan seperti itu jangan telan mentah-mentah," tutur Kiki saat ditemui di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Selasa (9/6/2026).

Sebab, menurutnya terkadang orang sudah mengikuti seruan yang beredar tersebut, tanpa berpikir rasional, dan yang terjadi di pasar justru kondisi yang berbalik. Kiki mengatakan hal ini juga berlaku bagi seruan rekomendasi beli saham.

"Jadi kita harus lebih rasional lah untuk segala ajakan-ajakan seperti itu. Kita sayang lah sama Indonesia, kita cintai negara kita. Dengan melihat segala sesuatu dengan lebih jernih. Jadi, salah satu bentuk kita mencintai negara kita sama-sama kita menjaga lah situasi saat ini jangan menambah dengan rumor-rumor yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya.

Hanya berselang lima bulan setelah sempat menyentuh rekor tertinggi, IHSG kini justru ambles hingga 36% dan resmi menjadi indeks dengan kinerja terburuk di dunia sepanjang tahun 2026 dari sekitar 90 indeks global yang dipantau Bloomberg.

Langkah tersebut menandai titik balik dramatis bagi Indonesia yang kaya akan komoditas, yang sebelumnya selalu menjadi alokasi wajib dalam portofolio investasi pasar berkembang. Hal yang paling membuat cemas para pemilik modal adalah agenda politik Presiden Prabowo Subianto yang dinilai kian populis serta intervensi pemerintah yang terus meningkat pada negara yang selama ini dikenal ramah bagi investor asing tersebut.

"Perdagangan besar di Asia saat ini adalah 'jual Indonesia'," ujar George Boubouras selaku Head of Research di hedge fund K2 Asset Management sebagaimana mengutip laporan Straits Times.

Setelah beberapa dekade aktif berinvestasi di tanah air, Boubouras memutuskan untuk menarik seluruh posisi investasinya sejak tahun 2024.

"Saya memiliki nol eksposur ke Indonesia. Saya tidak akan memberikan mereka kesempatan," kata Boubouras menambahkan.

(ayh/ayh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |