Heboh Bedak Bayi Picu Kanker, Perusahaan Bayar Uang Damai Rp 89 T

5 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa produk kesehatan Johnson & Johnson (J&J) mencapai kesepakatan damai besar untuk mengakhiri ribuan gugatan yang menuduh bedak bayi dan produk berbahan talc miliknya menyebabkan kanker ovarium. Sebelumnya perusahaan digugat 76.000 gugatan di pengadilan AS, termasuk New Jersey.

Kesepakatan diumumkan Senin waktu setempat, sebagaimana dimuat Reuters, Selasa (28/7/2026). Nilai penyelesaian perkara tersebut diperkirakan mencapai US$5,5 miliar (sekitar Rp89,1 triliun).

Wakil Presiden Litigasi J&J, Erik Haas, menegaskan perusahaan tetap meyakini bahwa tuduhan terhadap produknya tidak berdasar. Namun berdamai diambil agar perusahaan dapat mengakhiri sengketa hukum yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.

"Kami yakin perusahaan pada akhirnya akan memenangkan proses hukum lebih lanjut," ujar Haas.

"Namun penyelesaian ini memungkinkan perusahaan menutup persoalan tersebut dan tetap fokus mengembangkan obat-obatan serta perangkat medis yang menyelamatkan nyawa," tambahnya.

J&J memperkirakan akan membayar sekitar US$3 miliar pada 2027, sementara sisa pembayaran dilakukan pada 2028. Meski begitu, kesepakatan itu baru akan berlaku efektif apabila sedikitnya 95% penggugat kasus kanker ovarium menyetujui penyelesaian tersebut.

Sementara itu, pengacara penggugat, Chris Seeger, yang mewakili sekitar 2.500 korban dan ikut merundingkan kesepakatan, mengatakan total pembayaran J&J bahkan dapat melampaui US$7 miliar, apabila lebih banyak klaim memenuhi syarat. Ditegaskannya sejauh ini penawaran cukup adil untuk para penggugat.

"Klien kami akan senang dengan ini," ujarnya dalam sebuah wawancara dilansir laman yang sama.

Kesepakatan ini tercapai setelah J&J meraih sejumlah kemenangan di pengadilan dalam beberapa waktu terakhir. Pekan lalu, seorang hakim federal mempertanyakan kemampuan para penggugat untuk membuktikan bahwa talc secara spesifik menjadi penyebab kanker ovarium yang mereka derita.

Selama bertahun-tahun, J&J secara konsisten membantah bahwa produk talc mereka menyebabkan kanker. Perusahaan juga menegaskan bedak berbahan talc yang dipasarkan tidak mengandung asbes.

Meski demikian, pada 2020 J&J menghentikan penjualan bedak bayi berbahan talc di AS dan menggantinya dengan produk berbahan dasar tepung jagung. Sebelumnya, perusahaan sempat mencoba menyelesaikan gugatan melalui strategi yang dikenal sebagai "Texas two-step", yakni mengalihkan kewajiban hukum ke anak usaha yang kemudian mengajukan kebangkrutan.

Upaya tersebut dilakukan tiga kali. Tetapi seluruh permohonan akhirnya ditolak pengadilan.

Berbeda dengan proposal penyelesaian melalui kebangkrutan, kesepakatan terbaru hanya mencakup gugatan yang telah diajukan dan tidak mengatur kemungkinan gugatan baru di masa mendatang. Sebagai imbalannya, para penggugat yang ikut dalam kesepakatan akan menerima pembayaran dalam waktu sekitar 18 bulan, jauh lebih cepat dibandingkan skema sebelumnya yang diperkirakan berlangsung lebih dari satu dekade.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |