Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, tiba-tiba muncul di media sosial X buatan Elon Musk. Ia hadir di platform asal Amerika Serikat (AS) tersebut dengan akun terverifikasi.
Khamenei memiliki akun X tercentang dengan nama @Rahbarenghelab_. Pada Kamis (12/3) waktu settempat, Khamenei membuat unggahan terkait perang brutal yang didalangi Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
"Saudara-saudara pejuang yang terhormat! Keinginan rakyat adalah kelanjutan pertahanan yang efektif dan berdampak. Lebih jauh lagi, pengaruh pemblokiran Selat Hormuz tentu harus terus digunakan," tulis Khamenei dalam sebuah unggahan kepada lebih dari 44.000 pengikutnya di X. Semua unggahan tersebut telah diterjemahkan oleh X dari bahasa Persia.
"Saya meyakinkan semua orang bahwa kami tidak akan mengabaikan pembalasan atas darah para martir Anda," tulisnya dalam unggahan lain, dikutip dari CNBC International, Jumat (13/3/2026).
Lebih lanjut terkait Selat Hormuz, Khamenei meminta negara-negara tetangga di Timur Tengah untuk mengklarifikasi posisi mereka. Ia juga meminta negara-negara yang mewadahi pangkalan militer AS untuk segera menutup fasilitas tersebut.
Khamenei terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru pada awal pekan ini, untuk menggantikan sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas terbunuh dalam serangan ganas AS-Israel pada 28 Februari 2026.
Katie Paul, direktur Tech Transparency Project (TTP), mengecam fakta bahwa Mojtaba Khamenei diizinkan memiliki akun X. Pada Februari 2026, TTP merilis sebuah laporan yang menemukan bahwa ada akun X atas nama pejabat Iran, lembaga, dan media yang dikelola pemerintah yang memiliki tanda centang biru, yang menunjukkan bahwa mereka adalah pelanggan layanan premium X.
"Selama tiga tahun terakhir, Tech Transparency Project telah berulang kali menyoroti bagaimana X mendapatkan keuntungan dari penyediaan langganan premium kepada entitas yang dikenai sanksi AS. Banyak di antaranya terkait dengan terorisme, yang tampaknya melanggar hukum sanksi AS," kata Paul kepada CNBC dalam sebuah email.
"Sekarang ini kembali terjadi untuk pemimpin negara yang mendapat sanksi dan terlibat perang dengan AS," ia menambahkan.
Raksasa roket luar angkasa milik Musk, SpaceX, yang membawahi X dan xAI, tidak segera merespons permintaan komentar terkait akun baru Mojtaba Khamenei. Akun Khamenei punya centang biru yang berarti merupakan pelanggan premium.
(fab/fab)
Addsource on Google

2 hours ago
1

















































