Jakarta, CNBC Indonesia - Arus pergerakan masyarakat di China mengalami lonjakan signifikan pada hari pertama libur Festival Musim Semi atau Imlek tahun ini. Kementerian Transportasi China memprediksi akan ada lebih dari 285 juta perjalanan penumpang antarwilayah di seluruh negeri pada hari Minggu (15/2/2026).
Jumlah tersebut mencatatkan kenaikan yang cukup tajam dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut hari raya terbesar di Negeri Tirai Bambu tersebut.
"Angka tersebut mewakili peningkatan sebesar 10,5% dari periode yang sama tahun lalu," ungkap Kementerian Transportasi China dalam pernyataan resminya pada hari Minggu.
Secara rinci, perjalanan melalui jalur darat diperkirakan masih mendominasi dengan kenaikan sebesar 10,8% dibandingkan tahun lalu, dengan total mencapai 268,75 juta perjalanan pada hari Minggu. Sementara itu, perjalanan menggunakan kereta api dan moda transportasi udara masing-masing diprediksi meningkat sebesar 4,3% dan 6,4%.
Lonjakan paling drastis terlihat pada sektor transportasi air. Kementerian Transportasi mencatat bahwa perjalanan penumpang melalui jalur perairan pada hari Minggu ini diperkirakan melonjak hingga 28,1% dibandingkan tahun sebelumnya.
Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek sendiri jatuh pada tanggal 17 Februari tahun ini. Meskipun libur resmi ditetapkan berlangsung selama sembilan hari, periode puncak perjalanan atau "travel rush" di China telah dimulai sejak 2 Februari dan diprediksi akan terus berlanjut hingga 13 Maret mendatang.
(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3

















































