Gerak Senyap di Pasar Minyak hingga Hormuz Kembali Ditutup

3 hours ago 2

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

19 April 2026 15:30

Jakarta, CNBC Indonesia — Pasar komoditas minyak mentah global kembali menghadapi ketidakpastian. Setelah sebelumnya pasar dikejutkan oleh adanya transaksi masif yang bertaruh pada penurunan harga minyak sesaat sebelum pengumuman pembukaan Selat Hormuz, perkembangan paling baru di lapangan menunjukkan bahwa Iran telah memutuskan untuk kembali memblokade jalur pelayaran strategis tersebut.

Timing Transaksi Janggal, Regulator Turun Tangan

Berdasarkan laporan Reuters tertanggal 17 April 2026, sejumlah investor tercatat melakukan penjualan sebanyak 7.990 lot kontrak berjangka minyak mentah Brent dalam rentang waktu yang sangat singkat, yakni antara pukul 12.24 hingga 12.25 GMT.

Transaksi yang diperkirakan bernilai US$ 760 juta tersebut tereksekusi hanya sekitar 20 menit sebelum Menteri Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa Selat Hormuz dibuka sepenuhnya untuk kapal komersial.

Pengumuman pembukaan jalur tersebut pada akhirnya membuat harga minyak mentah anjlok hingga 11% pada hari yang sama.

Langkah transaksi dengan akurasi waktu yang tinggi ini telah memicu kekhawatiran dari sejumlah pembuat kebijakan dan pakar hukum di Amerika Serikat. Terdapat indikasi bahwa pihak-pihak tertentu di pasar derivatif mendapatkan keuntungan dari informasi awal mengenai diplomasi dan keputusan perang di Timur Tengah.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, pola transaksi serupa juga terjadi secara berurutan. Pada 7 April, tercatat ada taruhan senilai US$ 950 juta yang dilakukan beberapa jam sebelum AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata.

Mundur ke 23 Maret, investor juga menjual aset senilai US$ 500 juta hanya 15 menit sebelum Presiden AS Donald Trump menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran.

Menyikapi hal ini, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC) dilaporkan tengah melakukan penyelidikan mendalam terhadap serangkaian transaksi minyak berjangka tersebut.

Kembalinya Blokade Selat Hormuz

Di tengah proses penyelidikan oleh otoritas keuangan terkait kejanggalan pasar, eskalasi geopolitik ternyata kembali berubah arah. Berdasarkan informasi terbaru Sabtu (19/4/2026), pemerintah Iran saat ini telah kembali menutup dan melakukan blokade di kawasan Selat Hormuz.

Tindakan pemblokiran ulang ini secara efektif membatalkan kelonggaran operasional kapal komersial yang belum lama ini diumumkan.

Mengingat posisi Selat Hormuz sebagai salah satu jalur perdagangan utama lalu lintas minyak mentah dunia, penutupan jalur ini berpotensi memberikan tekanan langsung pada stabilitas rantai pasokan logistik energi global serta mengubah kembali arah pergerakan harga minyak mentah di pasar internasional.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |