Gen Z Kompak Tinggalkan Smartphone, Kompak Pindah ke Penggantinya

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebanyakan anak muda atau Generasi Z (Gen Z) mulai meninggalkan kecanggihan teknologi masa kini. Salah satunya, mereka menukar smartphone dengan ponsel jadul (dumbphone).

Fenomena ini terjadi karena para anak muda tersebut ingin menghentikan kebiasaan berlama-lama di media sosial. Aktivitas scrolling di platform digital kerap dihubungkan dengan dampak buruk pada kesehatan mental.

Kebiasaan tersebut juga terlihat dalam beberapa laporan. Pew Research, misalnya, mencatat setengah dari orang dewasa di AS mengakses platform seperti YouTube dan Facebook setidaknya sekali sehari pada tahun lalu. Sementara itu, American Psychological Association mencatat rata-rata remaja AS menghabiskan hampir lima jam sehari di media sosial.

Salah satu orang yang rela mengorbankan smartphone demi meninggalkan kebiasaan scrolling media sosial adalah Kendall Schrohe (23). Perempuan asal Washington D.C. itu mengaku telah melakukan banyak percobaan selama bertahun-tahun untuk mengurangi penggunaan ponselnya.

Ia mengaku butuh tindakan ekstrem untuk bisa melepas kebiasaan tersebut. Hingga akhirnya, ia mengikuti program dari perusahaan bernama Month Offline untuk meninggalkan smartphone selama 30 hari dan beralih ke kegiatan secara offline.

Kini, ia menggunakan ponsel lipat (flip phone) dari startup Dumb.co yang memiliki kemampuan berbeda dari smartphone. Hanya ada beberapa aplikasi dasar di dalamnya seperti Uber, peta, dan Spotify, tanpa ada aplikasi media sosial sama sekali.

Ia mengaku senang dengan keputusan tersebut, meskipun tetap mengakui betapa sulitnya menghentikan kebiasaan menggunakan media sosial.

"Sebagai anak muda yang tumbuh besar bersama platform-platform ini, sulit untuk membayangkan kehidupan tanpa rasa kecanduan, karena hal itu sudah menjadi norma sepanjang hidup kami," jelasnya, dikutip dari CBS News, Senin (10/8/2026).

Pihak Dumb.co sendiri mengklaim telah memiliki 5.000 pengguna aktif, dengan mayoritas pelanggan merupakan wanita berusia 24 tahun.

Penyedia ponsel jadul lainnya adalah The Light Phone, sementara perusahaan bernama Brick menyediakan perangkat pendamping ponsel yang berfungsi untuk memblokir akses media sosial.

Dampak buruk media sosial memang sudah menjadi perbincangan sejak lama. Dokter anak sekaligus profesor dari Universitas California, Jason Nagata, pernah melakukan penelitian mengenai dampak tersebut.

Hasil penelitiannya menemukan bahwa pola penggunaan media sosial mencerminkan karakteristik yang mirip dengan penyalahgunaan zat, mencakup gangguan kontrol diri hingga potensi untuk kumat (relapse).

Namun, manfaat positif langsung dirasakan oleh mereka yang berkomitmen mengurangi penggunaan media sosial. Nagata menemukan tingkat stres para partisipan berkurang secara keseluruhan.

"Dalam jangka panjang, banyak yang merasakan peningkatan kualitas tidur, konsentrasi yang lebih baik, dan berkurangnya stres secara keseluruhan," ucap Nagata.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |