Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akan kembali beroperasi penuh pada akhir 2027 mendatang. Seperti diketahui, tambang GBC sempat dihentikan akibat insiden longsor pada 8 September 2025 lalu.
Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, saat ini tambang GBC sudah mulai kembali beroperasi bertahap. Sampai akhir tahun ini diperkirakan produksi tambang GBC masih berada di kisaran 65% dari kapasitas. Tambang bawah tanah GBC ini ditargetkan bisa kembali normal atau setidaknya mendekati 100% pada akhir 2027.
"Akhir 2027 mendekati 100%," kata Tony di Jakarta, dikutip Senin (10/8/2026).
Ia pun mengakui penurunan produksi Freeport Indonesia turut berdampak terhadap kinerja operasional dan keuangan perusahaan. Mengingat, produksi tambang GBC yang belum kembali ke tingkat sebelumnya.
Namun demikian, meski produksi dan pendapatan berkurang, Tony menegaskan PT Freeport Indonesia (PTFI) masih mampu memberikan kontribusi kepada negara.
"Ya tentu berkuranglah, kan kita produksinya berkurang. Kan produksi tahun ini cuma mencapai 65%, tentu saja berkurang, pendapatannya berkurang, tapi masih tetap bisa bayar dividen. Masih tetap bisa kontribusi kepada negara lumayan besar," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, PTFI sendiri telah menyelesaikan seluruh tahap remediasi dan restorasi yang diperlukan untuk memulai kembali aktivitas di Blok Produksi 2 dan 3 sejak akhir Maret 2026. Saat ini, tim di lapangan tengah mempercepat pemutakhiran sistem penanganan material pada level pengangkutan agar distribusi bijih tembaga dan emas berjalan sesuai jadwal.
"Setelah insiden luapan lumpur eksternal pada September 2025, PTFI telah memajukan serangkaian aktivitas untuk menangani insiden tersebut dan tetap fokus pada peningkatan kapasitas operasional yang aman dan berkelanjutan menuju kapasitas penuh," tambah laporan itu.
Selain fokus pada pemulihan, PTFI juga terus mendongkrak investasi untuk pengembangan proyek tambangnya seperti Blok Kucing Liar yang hingga Juni 2026 telah menyerap dana sebesar US$ 1,4 miliar atau setara Rp 25 triliun (asumsi kurs Rp 17.923).
Dengan begitu, perusahaan berkomitmen memperkuat mitigasi risiko melalui penggunaan teknologi dan sistem drainase yang lebih canggih untuk menjamin keberlanjutan produksi nasional.
Sebelumnya, President and Chief Executive Officer FCX Kathleen Quirk membeberkan progres pemulihan tambang bawah tanah tersebut dalam laporan capaian tengah tahun perusahaan. Ia memastikan perusahaan terus melakukan percepatan operasional secara bertahap untuk mengembalikan tingkat produksi sesuai dengan rencana kerja tahunan.
"Tim Freeport mencapai hasil yang kuat pada kuartal kedua, didukung oleh pelaksanaan rencana operasi kami yang solid dan harga yang menguntungkan bagi produk kami. Kami mencatat kemajuan yang stabil dalam peningkatan operasional di Grasberg," ujarnya dalam Laporan FCX Semester I-2026, dikutip Kamis (6/8/2026).
Perusahaan mencatat, produksi emas PTFI pada enam bulan pertama tahun 2026 tercatat sebesar 276.000 ons, angka itu mengalami penurunan dibandingkan periode Semester I-2025 yang mencapai 595.000 ons.
Sementara itu, produksi tembaga berada di angka 300 juta pon, menyusut dari realisasi tahun sebelumnya yang sebesar 655 juta pon.
(ven/wia)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
3
















































