Jakarta, CNBC Indonesia - Bom mobil meledak di sebuah pos polisi di wilayah barat laut Pakistan, menurut sumber kepolisian. Insiden tersebut lalu diikuti baku tembak sengit yang menewaskan sedikitnya 12 petugas polisi.
Serangan itu terjadi di Bannu, sebuah distrik di provinsi Khyber Pakhtunkhwa yang berbatasan dengan Afghanistan, pada Sabtu malam.
Aliansi kelompok bersenjata, yang dikenal sebagai Ittehad-ul-Mujahideen Pakistan, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Pejabat polisi Zahid Khan mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa seorang pelaku bom bunuh diri dan sejumlah pejuang meledakkan kendaraan yang berisi bahan peledak di dekat pos keamanan. Tak lama kemudian, ledakan terdengar dan pos polisi runtuh akibat ledakan.
Sejumlah foto menunjukkan pos polisi yang hancur lebur. Batu bata, puing-puing hangus, dan kendaraan yang rusak berserakan di sekitar area tersebut.
Laporan Reuters menyebut bahwa setelah pemboman, terjadi penyergapan terhadap personel polisi yang bergegas ke lokasi kejadian untuk memberikan bantuan.
Seorang pejabat polisi yang tidak diungkap identitasnya mengatakan bahwa kelompok bersenjata mulanya menabrak pos keamanan dengan mobil berisi bahan peledak, mereka kemudian memasuki lokasi dan mulai menembaki para petugas.
"Personel penegak hukum lainnya dikirim untuk membantu polisi, tetapi teroris menyergap mereka dan menyebabkan beberapa korban jiwa," katanya.
Sumber kepolisian mengatakan para penyerang juga menggunakan drone dalam serangan tersebut.
Pejabat kepolisian Sajjad Khan mengatakan kepada Reuters bahwa kemungkinan akan ada lebih banyak korban jiwa. Ia menambahkan bahwa pertempuran masih berlangsung dan besarnya kerusakan baru akan diketahui setelah operasi selesai.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

4 hours ago
4

















































