Freeport Perkirakan Produksi Katoda Tembaga di 2026 Capai 400.000 Ton

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) mengungkapkan produksi katoda tembaga perusahaan tahun ini diperkirakan mencapai 400 ribu ton. Produksi tersebut berasal dari dua fasilitas pemurnian utama yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur, yaitu ⁠PT Smelting dan Smelter Manyar.

Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan produksi katoda tembaga dari Manyar diperkirakan sekitar 50% dari kapasitas produksi. Sementara sebagian lainnya berasal dari PT Smelting.

"65% dari total kapasitas produksi (smelter) kita. Ya produksi dari Manyar masih kira-kira sekitar 50%, karena 50% kan diproses di PT Smelting. Total kira-kira mungkin sekitar hampir 400.000 ton, termasuk PT Smelting dan Manyar," beber Tony di Jakarta, dikutip Senin (10/8/2026).

Menurut Tony, saat ini, konsentrat tembaga dari Papua sudah mulai masuk ke smelter Manyar. Namun, Freeport masih menunggu volume konsentrat mencukupi sebelum menjalankan furnace dalam kapasitas yang lebih besar.

"Sementara ini konsentrat sudah mulai masuk dari Papua, sudah mulai masuk ke Manyar. Jadi mungkin, kan biar volumenya cukup dulu baru kita bakar di furnace," katanya.

Tony mengatakan pengoperasian smelter tidak akan langsung mencapai kapasitas penuh pada September. Setidaknya, kapasitas smelter Manyar masih berada di bawah 30%. Hingga akhir tahun ini produksi bijih tembaga dari tambang bawah tanah Freeport diperkirakan baru mencapai 65% dari total kapasitas.

Sebagai informasi, smelter PTFI merupakan fasilitas pemurnian konsentrat tembaga yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Manyar, Gresik, Jawa Timur. Proyek yang dibangun sejak Oktober 2021 ini akhirnya telah resmi memproduksi katoda tembaga perdana pada Senin, 23 September 2024 lalu. Produksi perdana katoda tembaga smelter kedua PT Freeport Indonesia ini diresmikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Proyek smelter dengan desain single line terbesar di dunia ini memiliki kapasitas pengolahan 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun dan memproduksi sekitar 600.000-700.000 katoda tembaga per tahun.

Bersama dengan smelter pertamanya yang dikelola PT Smelting Gresik, kedua smelter milik PT Freeport Indonesia ini akan memurnikan total 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun, dan menghasilkan 1 juta ton katoda tembaga, 50 ton emas, dan 200 ton perak per tahun.

Mengutip laporan PTFI, nilai investasi kumulatif untuk proyek smelter Manyar yang menempati lahan seluas 100 hektare di JIIPE, Gresik, Jatim itu mencapai US$ 3,7 miliar atau Rp 58 triliun.

Smelter ini dilengkapi Unit Refinery, Unit Pemurnian Logam Mulia, Unit Oksigen, Unit Asam Sulfat dan Unit Desalinasi serta Unit Effluent and Wastewater Treatment Plant untuk mendukung pemanfaatan maksimal bahan baku, produk samping maupun limbah agar dapat mencapai high efficiency smelting and refining process.

(ven/wia) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |