Jakarta, CNBC Indonesia - Para peneliti dari Northwestern University mengembangkan drone yang tak terlihat secara kasat mata. Ini bukan trik sulap, melainkan dibuat agar bisa berputar sangat cepat.
Phantom Twist bisa berputar hingga 25 kali per detik. Drone memang tidak sepenuhnya menghilang, tapi muncul efek buram di tempatnya berputar dan membuatnya seakan menyatu dengan latar belakang.
"Mata manusia butuh waktu mengumpulkan sinyal, kurang lebih analog dengan waktu pemaparan kamera," kata asisten profesor di Sekolat Teknik McCormic Northwestern, Emma Alexander, dikutip dari IFL Science, Selasa (28/7/2026).
Para peneliti menggunakan AI untuk mendesain drone ini. Simulasi komputer memungkinkan tim bisa menghapus desain yang tidak efektif, termasuk menghasilkan 20 ribu kemungkinan konfigurasi drone yang bisa terbang dengan stabil.
Dengan teknologi AI, tim peneliti dapat mengatur ulang komponen utama dalam drone seperti motor, baling-baling, papan sirkuit, pemberat, dan baterai untuk membuat drone yang terbaik.
Hasilnya desain sederhana dengan kerangka kawat dan satu baling-baling menghiasi drone tersebut.
"Proses desain sepenuhnya otomatis. Setelah kami yakini drone bisa memenuhi semua kriteria tersebut, kami membangunnya," kata profesor madya ilmu komputer dan teknik mesin di Northwestern, Michael Rubenstein.
"Sebagian besar upaya menyembunyikan drone berfokus pada membuatnya seperti lingkungan sekitar. Sebaliknya, kami bertanya apakah bisa mendesain drone berdasarkan cara manusia mempersepsikan gerakan," dia menambahkan.
Phantom Twist dapat digunakan seperti untuk memantau satwa liar, melakukan survei lingkungan, dan memeriksa infrastruktur dengan gangguan visual minimal.
Selain itu IFL Science juga menuliskan drone bisa digunakan untuk melakukan pengawasan rahasia atau diperlukan dalam militer.
(dem/dem)
Addsource on Google

1 day ago
2

















































