Jakarta, CNBC Indonesia - Ikan sapu-sapu yang kerap dianggap hama di Indonesia ternyata memiliki nilai kuliner di belahan dunia lain. Di kawasan Amazon, Amerika Selatan, ikan ini justru diolah menjadi berbagai hidangan khas yang digemari masyarakat setempat.
Melansir MH Media, di hutan Amazon, ikan sapu-sapu dikenal dengan nama carachama. Ikan ini menjadi bahan dasar sejumlah menu tradisional, mulai dari sup hingga olahan goreng dan bakar.
Salah satu yang populer adalah chilcano de carachama, sup bening hangat yang dipercaya dapat membantu meningkatkan stamina. Ada juga sudado de carachama yang merupakan hidangan sup kental dengan bumbu tomat dan cabai yang kaya rasa.
Bagi pecinta hidangan panggang, carachama juga diolah menjadi carachama asada atau ikan bakar dengan cita rasa smoky. Sementara itu, untuk tekstur renyah, tersedia pescado frito, potongan ikan yang digoreng hingga garing.
Tak hanya itu, di Kolombia terdapat hidangan khas bernama pesye, yaitu olahan ikan dengan kuah gurih bersantan. Beragamnya olahan tersebut menunjukkan ikan yang di Indonesia sering dianggap tidak bernilai, di tempat lain justru bisa menjadi bintang kuliner.
Ini pun memancing perbandingan dari warganet. Beberapa menyebut, persepsi terhadap suatu jenis ikan memang berbeda di tiap negara.
"Australia juga menganggap ikan mas sebagai hama, tapi di Indonesia justru jadi makanan favorit," kata warganet.
Namun, tidak sedikit pula yang mengingatkan soal perbedaan kualitas lingkungan. Ikan sapu-sapu di Amazon hidup di perairan alami yang relatif bersih, berbeda dengan di Indonesia yang kerap ditemukan di sungai tercemar.
"Kalau di Indonesia banyak hidup di air limbah, beda dengan di sana yang masih alami," tulis warganet lainnya.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

2 hours ago
2

















































