Data Terbaru: Mayoritas Warga AS "Bela Iran", Tak Mau Perang

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas warga Amerika Serikat (AS) tidak menyetujui keputusan pemerintah Presiden Donald Trump yang melancarkan serangan militer terhadap Iran. Hal itu terungkap dalam jajak pendapat terbaru yang dirilis CNN International dan dilakukan oleh SSRS, dikutip Rabu (4/3/2026).

Hasil survei menunjukkan 59% responden menyatakan tidak setuju atas keputusan awal menyerang Iran, sementara 41% menyatakan setuju. Penolakan keras (31%) tercatat hampir dua kali lipat dibanding dukungan kuat (16%).

Survei yang dilakukan pada Sabtu dan Minggu itu digelar tak lama setelah serangan AS dan Israel memicu perang dengan Iran. Jajak pendapat ini juga dilakukan setelah muncul laporan bahwa pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan.

Mayoritas responden juga meragukan kepemimpinan Trump dalam menangani krisis tersebut. Sebanyak 60% responden menilai Trump tidak memiliki rencana yang jelas terkait penggunaan kekuatan militer AS di Iran, dan 62% menyatakan presiden seharusnya meminta persetujuan Kongres untuk setiap aksi militer lanjutan.

Dari sisi diplomasi, hanya 27% yang menilai AS telah melakukan upaya diplomatik yang cukup sebelum menggunakan kekuatan militer. Sebaliknya, 39% menilai Washington tidak berusaha cukup keras melalui jalur diplomasi, sementara 33% responden mengaku tidak yakin.

Terkait potensi eskalasi, 56% warga Amerika memandang konflik militer jangka panjang antara AS dan Iran setidaknya cukup mungkin terjadi. Bahkan 24% menilai hal itu sangat mungkin.

Meski 44% responden menyatakan mendukung upaya AS untuk menggulingkan pemerintah Iran, sebanyak 56% menolak langkah tersebut. Dukungan terhadap pengiriman pasukan darat jauh lebih rendah, dengan hanya 12% yang mendukung pengerahan pasukan darat ke Iran, 60% menolak, dan 28% tidak yakin.

Menariknya, meski dalam survei Januari lalu mayoritas besar warga AS (89%) memandang Iran sebagai negara tidak bersahabat atau musuh, dukungan terhadap aksi militer tetap rendah. Survei terbaru menunjukkan 54% responden menilai Iran justru akan menjadi ancaman yang lebih besar bagi AS akibat aksi militer ini, sementara hanya 28% yang percaya serangan tersebut akan mengurangi ancaman.

Bahkan di antara mereka yang mendukung aksi militer, sekitar 40% tetap tidak yakin bahwa langkah tersebut akan benar-benar mengurangi ancaman dari Iran. Temuan ini sejalan dengan survei CNN musim panas lalu setelah serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran, yang menunjukkan dukungan terhadap aksi militer cenderung melemah.

Dari sisi politik domestik, Partai Republik menunjukkan dukungan paling kuat terhadap serangan terbaru. Sebanyak 77% pemilih Republik menyatakan setuju dengan aksi militer, dibandingkan 32% independen dan hanya 18% Demokrat.

Sebanyak 58% pemilih Republik juga percaya serangan tersebut akan mengurangi ancaman Iran terhadap AS, jauh di atas independen (21%) dan Demokrat (9%). Selain itu, 83% pemilih Republik menilai Trump memiliki rencana yang jelas, sementara mayoritas independen (70%) dan Demokrat (88%) meragukannya.

Namun, pemilih Republik terbelah dalam isu potensi perang jangka panjang. Sebanyak 44% menilai konflik jangka panjang mungkin terjadi, sementara 44% lainnya menilai tidak. Soal pengiriman pasukan darat, 38% menolak, 35% ragu-ragu, dan 27% mendukung, meski angka dukungan ini naik 11 poin dibanding tahun lalu.

Internal Partai Republik Pecah

Di internal Partai Republik sendiri terdapat perpecahan antara pendukung gerakan "Make America Great Again" (MAGA) dan non-MAGA. Kelompok MAGA tercatat 30 poin lebih mungkin menyatakan sangat setuju terhadap aksi militer, 34 poin lebih mungkin percaya ancaman Iran akan berkurang, dan hampir 50 poin lebih mungkin menyatakan sangat percaya pada keputusan Trump.

Sementara itu, di tingkat publik secara keseluruhan, mayoritas responden di hampir semua kelompok demografis, pria dan wanita, kulit putih, kulit hitam, Latino, serta semua kelompok usia, menyatakan tidak setuju terhadap aksi militer terhadap Iran.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |