Cerita Anak Petugas Kebersihan, Mewujudkan Mimpinya Berkuliah di ITB

1 hour ago 3

Kota Bandung, CNBC Indonesia - Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangat Larasati Aulia Shafira Damayanti untuk mengejar pendidikan tinggi. Alumni SMA Unggulan CTARSA Foundation Sukoharjo itu kini melanjutkan pendidikan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Institut Teknologi Bandung (ITB), setelah berhasil menjadi salah satu penerima BSI Scholarship Unggulan.

Larasati merupakan bagian dari sekitar 350 penerima manfaat atau awardee BSI Scholarship Unggulan. Program beasiswa tersebut memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi, mulai dari pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), uang saku sebesar Rp1,5 juta per bulan, fasilitas laptop, program pembinaan, hingga kesempatan magang di sektor perbankan syariah.

Bagi Larasati, beasiswa tersebut menjadi jawaban atas tantangan ekonomi yang selama ini dihadapi keluarganya. Larasati berasal dari Boyolali, Jawa Tengah. Sang ayah bekerja sebagai petugas kebersihan di SMK Dwija Dharma Boyolali dengan penghasilan sekitar Rp500 ribu per bulan. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sang ayah juga bekerja tambahan sebagai buruh jahit.

Sementara itu, ibunya merupakan ibu rumah tangga yang tidak dapat bekerja karena kondisi kesehatan. Ibunya memiliki riwayat penyakit dan pernah menjalani operasi kista, serta mengalami masalah pada jantung.

Kondisi ekonomi keluarga semakin menantang karena orang tuanya juga masih membiayai pendidikan kakak Larasati yang sedang menempuh kuliah. Dalam situasi tersebut, Larasati menyadari bahwa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi membutuhkan perjuangan yang tidak mudah.

Namun, semangatnya tidak berhenti. Larasati kemudian mengikuti proses seleksi BSI Scholarship Unggulan yang terdiri dari tiga tahapan, yakni seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara.

Pada tahap administrasi, Larasati memberikan perhatian khusus terhadap penulisan esai. Ia bahkan kerap berkonsultasi dengan kakaknya yang memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Indonesia untuk menyempurnakan esai yang menjadi salah satu bagian penting dalam seleksi.

Tahap berikutnya adalah tes tertulis yang mencakup psikotes. Larasati harus mengerjakan sekitar 500 soal secara daring melalui Zoom selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Tantangan berikutnya datang saat tahap wawancara. Saat itu, Larasati belum memiliki laptop sehingga harus mengikuti proses seleksi dengan perangkat seadanya.

"Jujur, waktu wawancara saya masih menggunakan gawai seadanya karena belum punya laptop. Alhamdulillah, karena sebelumnya sering berlatih wawancara, prosesnya bisa berjalan cukup lancar," ujar Larasati seperti dikutip siaran pers, Kamis (27/8/2026).

Usai menjalani wawancara pada sore hari, Larasati tidak perlu menunggu terlalu lama. Pada malam harinya, pengumuman hasil seleksi keluar dan namanya dinyatakan lolos sebagai penerima BSI Scholarship Unggulan.

Ada satu hal menarik yang menjadi motivasi tambahan Larasati dalam mengikuti program tersebut.

"Fun fact-nya, saya memang mengincar fasilitas laptop karena saya belum punya laptop untuk kuliah," katanya.

Kini, laptop yang sebelumnya menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjang perkuliahan dapat ia miliki melalui program beasiswa tersebut. Namun, manfaat yang diterimanya tidak berhenti pada bantuan fasilitas pendidikan.

Menurut Larasati, BSI Scholarship memberikan dukungan yang cepat, terutama dalam membantu penyelesaian pembiayaan UKT kampus. Selain itu, berbagai program dan kegiatan pembinaan yang diberikan kepada para awardee juga dinilai memberikan manfaat nyata bagi pengembangan diri mahasiswa.

Perjalanan Larasati menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak harus menjadi akhir dari sebuah mimpi. Berbekal pendidikan yang ditempuh di SMA Unggulan CTARSA Foundation Sukoharjo, kerja keras, keberanian, serta kemauan untuk terus belajar, putri seorang petugas kebersihan ini kini berhasil menapaki salah satu kampus terbaik di Indonesia.

Dari Boyolali menuju ITB, Larasati membawa harapan besar bahwa pendidikan dapat menjadi jalan untuk mengubah masa depan.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |