Cedera ACL Bisa Ganggu Aktivitas, Bagaimana Penanganan yang Tepat?

1 day ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Jika Anda aktif berolahraga sebaiknya perlu waspada terhadap risiko cedera seperti Anterior Cruciate Ligament (ACL), robekan bantalan lutut (meniskus), hingga cedera otot. Cedera ini menjadi yang paling ditakuti lantaran bisa terjadi dalam hitungan detik, akan tetapi butuh waktu berbulan-bulan untuk pulih.

Bahkan, dampaknya sendiri dapat mengganggu aktivitas, menghentikan latihan maupun kompetisi, bahkan membuat atlet kesulitan kembali ke performa terbaiknya.

Menurut dr. Jafri Hasan dari Mayapada Hospital Kuningan, cedera olahraga pada struktur lutut dan otot umumnya terjadi akibat gerakan perubahan arah yang cepat, lompatan, atau gerakan berulang.

"Salah satu cedera yang cukup serius adalah cedera ACL, yaitu cedera pada salah satu ligamen utama penyangga stabilitas lutut, yang terjadi akibat berhenti mendadak, berbelok cepat, atau pendaratan yang tidak stabil. Cedera ini ditandai bunyi atau sensasi "pop", nyeri, pembengkakan, keterbatasan gerak, dan lutut terasa tidak stabil," jelas Jafri dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).

Selain ACL, robekan meniskus yaitu bantalan lutut yang berfungsi menyerap tekanan sekaligus membantu menjaga stabilitas sendi lutut.

"Robekan meniskus biasanya terjadi akibat gerakan memutar lutut secara tiba-tiba saat kaki masih menapak di permukaan. Robekan meniskus dapat menimbulkan nyeri, bengkak, hingga membuat lutut terasa terkunci atau sulit digerakkan," ujar dr.Taufan Favian Reyhan dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

Tak hanya lutut, lanjut Taufan, otot juga menjadi bagian tubuh yang rentan mengalami cedera saat berolahraga. Cedera otot juga sering terjadi terutama jika seseorang melakukan aktivitas fisik tanpa pemanasan yang cukup atau meningkatkan intensitas latihan secara terlalu cepat.

"Cedera otot dapat berupa strain ringan hingga robekan otot yang lebih serius," terang dia.

Di samping itu, dr. Jiffaldi Arfian Maharaja Dinda Sedar, dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan, penanganan cedera ACL, robekan meniskus, maupun cedera otot bergantung pada tingkat keparahannya. Untuk kasus ringan hingga sedang umumnya ditangani dengan istirahat, fisioterapi, dan rehabilitasi, sedangkan kasus berat dapat memerlukan tindakan artroskopi atau rekonstruksi ligamen.

Kemudian, kata dia, pasien perlu menjalani rehabilitasi yang komprehensif. Mulai dari penguatan otot, latihan kontrol gerak, hingga evaluasi kesiapan untuk kembali beraktivitas atau berolahraga.

Sementara itu, pada pasien dengan kerusakan sendi lutut yang sudah berat, seperti osteoatritis stadium lanjut, tindakan penggantian sendi lutut atau Total Knee Replacement (TKR) dapat menjadi pilihan, didukung penerapan protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS®) untuk membantu pemulihan lebih cepat.

"Karena itu, jangan abaikan nyeri, pembengkakan, atau rasa lutut yang tidak stabil setelah berolahraga. Penanganan sejak dini dapat meningkatkan peluang pemulihan dan mencegah kerusakan sendi menjadi lebih berat," pungkas Jiffaldi.

Bagi atlet, tujuan akhir pemulihan bukan sekadar kembali beraktivitas, tetapi juga kembali ke performa terbaik dengan kesiapan fisik dan fungsional yang optimal. Maka dari itu, return to sport (tahapan menuju kembali olahraga) perlu dipandang sebagai sebuah proses, bukan sekadar momen ketika atlet kembali bertanding.

Guna mendukung proses tersebut, Mayapada Hospital memiliki Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC), layanan komprehensif yang mencakup pencegahan cedera, pengobatan, rehabilitasi, hingga pengembalian performa olahraga. Didukung tim dokter multidisiplin serta fasilitas seperti gym, Body Composition Analysis, dan pemeriksaan VO2 Max, untuk membantu sport enthusiasts maupun atlet menyusun program latihan yang aman dan terukur.

Asal tahu saja, layanan SITPEC juga terintegrasi dengan Orthopedic Center untuk penanganan cedera lanjutan, termasuk prosedur TKR dengan teknologi robotik VELYS™ Robotic-Assisted Solution serta penerapan protokol ERAS® seperti di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) dan Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) guna mendukung pemulihan pasien yang lebih optimal.

Tak ketinggalan, prosedur advanced TKR juga tersedia di Mayapada Hospital Kuningan (MHKN), dengan teknologi CUVIS Joint Robotic yang mendukung perencanaan tindakan secara otomatis serta pemantauan kondisi sendi secara real-time untuk membantu meningkatkan akurasi tindakan dan hasil operasi.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan Mayapada Hospital dapat diperoleh melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, dan Emergency Call 150990 atau aplikasi MyCare untuk mendapat penanganan pada kasus gawat darurat. Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |