Bursa Asia Bergerak Beragam, Pasar Cermati Pertemuan Trump-Xi Jinping

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia bergerak beragam pada perdagangan Senin (21/9/2026), dengan investor mencermati perkembangan ekonomi global dan agenda pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping pekan ini.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,85% saat pembukaan, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq menguat 0,43%.

Di Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 melemah 0,49% pada awal perdagangan. Sementara itu, pasar saham Jepang ditutup karena libur nasional sehingga tidak terdapat perdagangan pada hari ini.

Pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh kebijakan moneter AS dan tingginya harga komoditas energi. Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga pada pekan lalu untuk pertama kalinya dalam tiga tahun ketika AS masih menghadapi inflasi yang sulit turun dan imbal hasil obligasi yang berada di level tinggi.

Harga minyak saat ini masih berada di sekitar US$100 per barel, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga bertahan di dekat level 5%. Kondisi tersebut menjadi perhatian investor karena dapat meningkatkan tekanan terhadap inflasi sekaligus memengaruhi arah kebijakan moneter global.

Di tengah kondisi tersebut, pertemuan Trump dan Xi menjadi salah satu agenda yang menjadi perhatian pasar pada pekan ini. Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah isu ekonomi, termasuk tarif perdagangan, mineral kritis, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta berbagai persoalan ekonomi lainnya.

Menjelang pertemuan tersebut, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng. Pertemuan Bessent dan He dilakukan sebagai bagian dari pembicaraan awal sebelum kunjungan dan pertemuan Trump dengan Xi.

Ekonom Kepala LPL Financial Jeffrey Roach mengatakan konflik geopolitik yang mendorong kenaikan harga energi juga menjadi faktor yang membuat The Fed mempertahankan sikap hawkish serta menekan sektor penyulingan minyak China. Menurut dia, komite yang dipimpin Ketua The Fed Kevin Warsh telah menjadikan stabilisasi pasar minyak sebagai salah satu dasar dalam proyeksi inflasi, sementara perhitungan fiskal Beijing juga dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak.

Perkembangan harga energi dan arah kebijakan perdagangan AS-China dengan demikian menjadi sejumlah faktor yang akan dicermati investor di tengah tingginya imbal hasil obligasi dan tekanan inflasi. Pasar juga akan memperhatikan hasil pembicaraan Trump dan Xi karena kebijakan tarif, mineral kritis, serta AI dapat berdampak terhadap hubungan ekonomi kedua negara.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |