Jakarta, CNBC Indonesia - WhatsApp mengungkapkan alasan penonaktifan sejumlah akun yang terjadi beberapa waktu lalu. Menurut anak usaha Meta, hal itu terjadi akibat kesalahan sistem secara global.
"Dalam melakukan proses penangkapan akun-akun yang tidak baik ini kemudian sistem kami melakukan kesalahan," kata Kepala Kebijakan Publik WhatsApp dan Messenger Asia Pasifik Esther Samboh, dikutip dari laman resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kamis (27/7/2026).
WhatsApp juga telah melakukan mitigasi dan upaya mengembalikan akses pada akun yang terdampak. Proses pemulihan dipastikan terus berjalan dan akun yang terblokir karena kesalahan sistem bakal dikembalikan melalui proses mitigasi.
Esther memastikan masalah ini bukan secara khusus menargetkan pengguna di Indonesia. Namun merupakan kesalahan sistem yang terjadi secara global.
"Hal ini terjadi secara global, jadi tidak ada upaya secara terkoordinasi untuk Indonesia. Ini memang kesalahan sistem yang terjadi secara global dan tidak ada upaya untuk menarget Indonesia," ujarnya.
Pengguna yang belum mendapatkan aksesnya juga bisa melakukan mekanisme banding. Ini bisa dilakukan langsung melakukan aplikais WhatsApp.
"Proses tersebut akan ditinjau oleh WhatsApp dalam kurang dari 24 jam, itu komitmen dari kami," ujarnya.
Kemudian, pemerintah meminta penjelasan Meta karena masalah pemblokiran massal. Ini terjadi setelah banyak aduan dari masyarakat.
Pihak Komdigi mengirimkan surat kepada Meta sejak 14 Agustus 2026, berisi permintaan penjelasan mengenai persoalan tersebut.
"Selama kurang lebih seminggu kami berkirim surat pertama ke Meta untuk meminta penjelasan terkait dengan banyaknya aduan terkait akun yang dinonaktifkan," ujar Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi Alexander.
Namun belum ada respon sesuai waktu yang diharapkan. Kemudian Komdigi meminta perwakilan WhatsApp Asia Pasifik hadir secara langsung menjelaskan kepada pemerintah.
"Karena sampai jam kerja selesai tidak ada respons dari Meta sehingga kami memanggil Meta untuk bisa hadir secara fisik di tempat kami di kantor ini untuk memberikan penjelasan langsung kepada pemerintah," katanya.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
6















































