Jakarta, CNBC Indonesia - BP BUMN dan BPI Danantara sedang mempersiapkan rencana penggabungan perusahaan-perusahaan pelat merah di sektor karya. Baru-baru ini, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria telah memanggil jajaran manajemen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) untuk membahas strategi restrukturisasi perusahaan.
Dony menggelar pertemuan dengan jajaran direksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) untuk membahas strategi restrukturisasi perusahaan, termasuk memastikan laporan keuangan disusun secara presisi sesuai dengan kondisi riil perusahaan.
Dalam pertemuan tersebut, Dony menekankan pentingnya menggunakan angka dan kondisi yang benar-benar mencerminkan posisi WIKA. Menurutnya, proses restrukturisasi harus dimulai dari pemetaan kebutuhan agar solusi yang disiapkan dapat dijalankan dan memberikan dampak langsung terhadap perbaikan perusahaan.
"Kita yang realistis aja, gak mau yang akal-akalan. Yang gak ada nanti caranya beda lagi," ujar Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN, Senin (24/8/2026).
Langkah ini diarahkan untuk memastikan terlebih dahulu berapa kebutuhan riil yang harus diperbaiki, termasuk kewajiban yang benar-benar harus diselesaikan dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Dengan pendekatan ini, restrukturisasi tidak hanya menghasilkan perbaikan secara administratif, tetapi juga memperkuat kondisi keuangan perusahaan secara nyata.
"Kita pingin tahu dulu realnya berapa yang harus diperbaiki. Kita mau tahu sebenarnya yang dibutuhkan, mampunya yang real (kondisi keuangan) yang immediately bisa kita collect," ujar Dony
Menurutnya, penataan laporan keuangan yang presisi menjadi salah satu fondasi penting dalam proses restrukturisasi WIKA. Data yang akurat diperlukan agar langkah pembenahan dapat disusun berdasarkan kondisi sebenarnya, sekaligus memberikan gambaran yang jelas mengenai kebutuhan perusahaan ke depan.
Selain melalui penataan laporan keuangan, restrukturisasi WIKA juga akan diarahkan pada optimalisasi aset yang dapat didivestasi. Aset-aset tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu mengurangi kewajiban utang dan memperbaiki struktur keuangan perusahaan.
"Dengan pendekatan yang realistis, proses restrukturisasi WIKA tidak berhenti pada perbaikan angka di atas kertas. Langkah pembenahan diarahkan untuk memperkuat fundamental perusahaan, mengurangi beban kewajiban, serta memastikan WIKA memiliki ruang yang lebih sehat untuk kembali meningkatkan kinerja dan keberlanjutan bisnisnya," tuturnya.
Selain itu, untuk PT PP, Dony meminta agar transformasi perlu dilakukan secara tuntas dan tidak berlarut-larut. Menurutnya, merger menjadi salah satu langkah yang didorong untuk memperkuat skala usaha, meningkatkan efisiensi, serta membangun struktur perusahaan yang lebih efektif.
"Perlu intens untuk restrukturisasi dan merger. Merger dulu, baru restrukturisasi. Kita merger-in aja. Kita harus tahu berapa yang harus di-absorb, berapa yang perlu dikoreksi di buku. Tapi harus tuntas, saya gak mau nanti ditunda-tundak," ujar Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.
Proses merger akan diawali dengan penataan kondisi keuangan PT PP secara menyeluruh. Penyesuaian dan koreksi terhadap laporan keuangan diperlukan untuk memastikan posisi perusahaan dapat dipetakan secara transparan sebelum masuk ke tahapan merger.
Setelah proses merger selesai, penataan akan dilanjutkan melalui restrukturisasi perusahaan. Langkah ini diarahkan agar PT PP dapat memiliki struktur bisnis yang lebih fokus dan mampu mengoptimalkan potensi pada bisnis inti yang memiliki prospek pertumbuhan.
Merger juga diharapkan dapat memperbesar skala perusahaan melalui penggabungan sumber daya, kapasitas, serta kompetensi yang dimiliki. Dengan skala yang lebih kuat, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional sekaligus memperkuat daya saing BUMN Karya.
Rangkaian transformasi tersebut akan dilakukan dengan pendekatan bisnis yang berbasis pada kondisi riil perusahaan. Penataan keuangan, merger, hingga restrukturisasi menjadi bagian dari upaya membangun fondasi perusahaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
"Melalui langkah yang dilakukan secara tuntas, PT PP diharapkan dapat memiliki struktur perusahaan yang lebih efisien dan fokus sehingga mampu mengoptimalkan potensi bisnis inti serta meningkatkan kinerja perusahaan ke depan," tutupnya.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
4

















































