Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi bom bunuh diri mengguncang sebuah acara pernikahan di Pakistan dan menewaskan sedikitnya tujuh orang, menurut keterangan kepolisian setempat. Ledakan terjadi pada Jumat, (23/1/2026) di distrik Dera Ismail Khan, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.
Mengutip Al Jazeera, pejabat kepolisian Muhammad Adnan mengatakan bom meledak di sebuah bangunan yang menampung anggota komite perdamaian saat upacara pernikahan berlangsung. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah dan menimbulkan kepanikan di lokasi kejadian.
Komite perdamaian diketahui terdiri dari warga dan para tetua setempat yang didukung pemerintah Islamabad. Keberadaan komite ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Pakistan untuk melawan kelompok bersenjata di wilayah perbatasan dengan Afghanistan.
Sebanyak tiga orang dipastikan tewas di lokasi kejadian pada hari Jumat. Empat korban lainnya yang sempat dirawat akibat luka-luka akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.
Serangan bom bunuh diri ini terjadi di tengah kesiapan militer Pakistan menghadapi kelompok bersenjata di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan. Puluhan ribu warga dilaporkan terpaksa mengungsi dari rumah mereka meski wilayah tersebut tengah dilanda musim dingin yang keras.
Hingga kini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, kecurigaan mengarah pada Taliban Pakistan atau Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) yang kerap melakukan serangan dalam beberapa tahun terakhir.
TTP diketahui beroperasi di kedua sisi perbatasan Pakistan-Afghanistan dan menganggap anggota komite perdamaian sebagai pengkhianat. Kelompok ini bertujuan menggantikan sistem pemerintahan Pakistan dengan versi ketat hukum Islam menurut pemahaman mereka sendiri.
Pemerintah Pakistan menuduh Taliban Afghanistan membiarkan TTP merencanakan serangan dari wilayah Afghanistan. Tuduhan tersebut dibantah Kabul yang menyatakan aktivitas TTP merupakan masalah domestik Pakistan.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

6 hours ago
4
















































