Beras Premium Abal-abal Dijual Rp17 Ribu, Amran Blak-Blakan!

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman membongkar praktik permainan beras premium di tingkat distribusi yang dinilai merugikan konsumen hingga triliunan rupiah. Ia menyebut, beras dengan kualitas rendah justru dijual dengan harga tinggi layaknya beras premium.

Amran mengungkapkan, temuan ini berasal dari hasil uji laboratorium terhadap beras yang beredar di pasar. Ia menilai praktik tersebut bukan sekadar pengoplosan, melainkan bentuk kecurangan serius.

"Sekarang, bukan middleman saja. Ada mafia, saya tambah dulu satu. Ini mafianya, sebelum saya masuk ke middleman. Karena dia ada di dalam. yang kemarin itu, oplos, oplos, oplos. Bukan oplos, nyolong. Ini aku periksa di lab, ini beras semua yang middleman tadi," kata Amran saat meninjau beras di gudang JDP Karawang 1 Logistic Park, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, standar beras premium seharusnya memiliki kadar beras patah (broken rice) maksimal 14%. Namun, hasil temuan di lapangan menunjukkan angka yang jauh melampaui batas tersebut.

"Kalau premium itu 14% pecahannya. Yang kita tangkap itu 34%-59% (patahannya). Artinya harga Rp12.000 dijual Rp17.000 (per kg)," jelasnya.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, menunjukkan tingkat beras patah pada sejumlah sampel berada di kisaran 33% hingga 59%. Dengan kualitas tersebut, harga wajar diperkirakan sekitar Rp12.000 per kg, namun di pasar justru dijual hingga Rp17.000 per kg.

Selisih harga sekitar Rp5.000 per kg itu, jika dikalikan dengan volume konsumsi 2 juta ton, berpotensi menimbulkan kerugian konsumen hingga Rp10 triliun.

Amran menegaskan, praktik ini menjadi bagian dari rantai mafia pangan yang kini tengah ditindak bersama Satgas Pangan Polri.

"Sehingga saya total semua yang dijual, itu Rp100 triliun. Kalau 2 juta kita jual, bukan untung nipu rakyat, paham maksudku? Itu Rp10 triliun. Ini yang ditangkap, dan ini sudah dipenjara. Clear ya? Itulah masuk di middleman," terang dia.

Ia pun mempertanyakan pihak mana yang sebenarnya merugikan masyarakat, antara upaya penindakan yang dilakukan pemerintah atau praktik mafia yang bermain di sektor pangan.

"Pertanyaan saya, yang mana kejam? Yang memberantas 100 orang (merugikan masyarakat) atau (yang menipu) 1.000 orang? Aku dor satu-satu bersama Satgas Pangan. Kira-kira yang kejam ini," tegasnya.

Pemerintah memastikan akan terus memperketat pengawasan distribusi beras, khususnya pada kualitas dan harga jual di pasar, guna melindungi konsumen dari praktik curang yang merugikan.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |