Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja Tesla kembali membaik setelah dua tahun terpuruk di Eropa. Perusahaan milik Elon Musk itu baru saja mendapatkan pangsa pasar di pasar-pasar utama benua tersebut pada Februari lalu.
Data tersebut diambil dari pendaftaran yang menjadi indikator penjualan. Salah satunya terdapat peningkatan 55% pendaftaran di Perancis, dikutip dari Reuters, Selasa (3/3/2026).
Namun perlu dicatat sebagian besar pesaing Tesla di negara tersebut menjual lebih sedikit mobil dibandingkan tahun sebelumnya di Perancis.
Capaian positif juga didapatkan Tesla di negara lain, mulai dari Spanyol sebanyak 74%, Norwegia 32%, dan Belgia 14%.
Meski begitu, kinerja Tesla juga masih terbilang buruk di beberapa negara lain, seperti Belanda yang anjlok 45%, 18% di Denmark dan 17% di Italia.
Selama dua tahun berturut-turut, Tesla terus mengalami penurunan penjualan di benua Eropa. Misalnya pada tahun lalu, penjualannya ambles hingga 27%.
Saat itu banyak hal terjadi di Tesla. Perusahaan harus menghadapai peningkatan persaingan, khususnya dari merek mobil listrik asal China.
Belum lagi menghadapi perilaku Elon Musk di dunia politik yang kerap memancing kontroversi. Terakhir terkait jajaran model Tesla yang sudah tua.
Sementara pada Januari lalu, pangsa pasar Tesla di Uni Eropa, Inggris, dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa sedikit menurun 0,8%. Angka itu sedikit menurun dari periode yang sama pada 2025.
Sepanjang 2025, pangsa pasar perusahaan mencapai 1,8% yang turun terus menerus dari 2023 sebanyak 2,9% dan 2024 sebesar 2,5%. Penurunan terjadi saat SUV Model Y milik Tesla jadi yang paling laris di dunia.
(fab/fab)
Addsource on Google

6 hours ago
4
















































