Jakarta, CNBC Indonesia - Sekitar 450.000 rumah tangga di wilayah selatan Prancis mengalami pemutusan aliran listrik pada Jumat (13/2/2026). Operator listrik Enedis melaporkan kondisi ini terjadi sehari setelah badai dahsyat menerjang kawasan tersebut yang menyebabkan pohon-pohon tumbang dan banjir di berbagai ruas jalan.
Angin kencang dan hujan deras memicu kekacauan di sepanjang negeri dengan jumlah reaktor nuklir untuk listrik terbanyak di Eropa itu, Kamis. Cuaca ekstrem ini memaksa pembatalan sejumlah jadwal penerbangan, perjalanan kereta api, kapal feri, serta gangguan signifikan pada akses transportasi darat.
Otoritas Prancis mengonfirmasi seorang pengemudi truk tewas setelah sebuah pohon tumbang dan menghancurkan kaca depan kendaraannya. Sementara itu, puluhan orang dilaporkan terluka dalam insiden terkait cuaca di Spanyol, dan sebuah jembatan layang di Portugal runtuh sebagian akibat terjangan banjir.
Lembaga prakiraan cuaca Prancis menyatakan bahwa badai yang diberi nama Nils ini memiliki kekuatan yang tidak biasa. Distributor listrik Prancis mengaku telah mengerahkan sekitar 3.000 personel dalam upaya memulihkan koneksi jaringan listrik ke rumah-rumah warga.
"Enedis telah memulihkan layanan kepada 50% dari total 900.000 pelanggan yang sebelumnya mengalami pemutusan aliran listrik," tulis pihak Enedis dalam keterangannya sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat.
Sementara itu, Direktur Krisis Enedis, Herve Champenois, dalam konferensi pers pada Kamis menjelaskan bahwa kendala utama di lapangan adalah kondisi geografis pasca-badai. Ia menyatakan bahwa banjir mempersulit perbaikan karena lahan-lahan tergenang air dan beberapa akses jalan masih terblokir.
Warga di seluruh penjuru selatan Prancis mengaku terkejut dengan keganasan badai tersebut. Salah satu warga yang merupakan seorang penjual bunga di kota Perpignan merasa sangat beruntung bisa selamat dari maut.
"Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Sebuah pohon hampir menimpa mobil saya, selisih dua detik saja mungkin pohon itu sudah menghantam saya," ujar Ingrid.
Pengalaman serupa dirasakan oleh warga lainnya di desa Roaillan, dekat Bordeaux, yang mendengar suara kerusakan material di sepanjang malam. Hal ini menggambarkan betapa mencekamnya situasi saat puncak badai berlangsung.
"Sepanjang malam, Anda bisa mendengar ubin-ubin atap terangkat, tempat sampah bergulingan di jalanan, itu benar-benar gila," kata Eugenie Ferrier yang berusia 32 tahun.
Pihak berwenang menyatakan bahwa Badai Nils telah bergerak ke arah timur menjauhi wilayah Prancis pada hari Kamis. Meski demikian, sejumlah wilayah masih berada dalam status waspada terhadap potensi ancaman banjir susulan.
Prancis memiliki 18 pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dengan 57 reaktor nuklir aktif di seluruh negeri. Reaktor nuklir ini menyumbang sekitar 70 % dari total listrik yang dihasilkan di Prancis, menjadikan nuklir sebagai sumber listrik dominan di negara tersebut
(tps/sef)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1

















































