Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa industri video game dunia, Electronic Arts (EA), resmi diakuisisi oleh dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) Arab Saudi, Public Investment Fund (PIF), bersama konsorsium investor dalam transaksi fantastis senilai US$55 miliar atau sekitar Rp972 triliun.
Pihak EA mengumumkan penyelesaian transaksi akuisisi tersebut pada Selasa (4/8) malam waktu setempat, hanya beberapa hari setelah Uni Eropa memberikan lampu hijau sebagai izin regulasi terakhir yang dibutuhkan.
EA dikenal luas melalui berbagai lini game olahraga populer, termasuk EA Sports FC yang sebelumnya berlisensi FIFA. Akuisisi megah ini tercatat sebagai salah satu transaksi pengambilalihan terbesar dalam sejarah industri gim, sekaligus mengakhiri status EA sebagai perusahaan publik setelah 36 tahun melantai di bursa saham.
PIF Arab Saudi mengambil alih EA bersama Affinity Partners-perusahaan ekuitas swasta (private equity) yang dipimpin oleh Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump-serta firma investasi Silver Lake Partners.
Jared Kushner mengungkapkan bahwa EA telah sukses membangun waralaba (franchise) yang memiliki pengaruh masif di panggung hiburan digital global.
"EA telah menciptakan cerita, karakter, dan komunitas yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari ratusan juta orang," ujar Kushner, dikutip dari The Guardian, Jumat (21/8/2026).
Kerajaan Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir memang sangat agresif menggelontorkan investasi di sektor video game dan esports, di samping ekspansi ke industri olahraga, media, serta hiburan. Putra Mahkota Mohammed bin Salman sendiri dikenal sebagai pengagum dan penggemar berat dunia gaming.
EA didirikan oleh mantan eksekutif Apple, William "Trip" Hawkins, pada 1982. Perusahaan ini dipimpin oleh CEO Andrew Wilson sejak 2013.
Meski masih menguasai basis penggemar yang sangat kuat, pertumbuhan kinerja bisnis EA cenderung stagnan dalam beberapa tahun terakhir. Pendapatan tahunannya terus bertahan di kisaran US$7,4 miliar hingga US$7,6 miliar.
Lanskap persaingan industri game pun kian kompetitif, terutama akibat maraknya pengembang game seluler (mobile game) serta persaingan dari raksasa seperti Epic Games. Salah satu rival utama EA, Activision Blizzard, bahkan telah dicaplok oleh Microsoft dengan nilai fantastis mencapai US$69 miliar pada 2023.
Setelah bertransformasi menjadi perusahaan privat, EA tidak lagi terikat kewajiban melaporkan kinerja keuangannya secara kuartalan ke publik. Sejumlah analis menilai langkah ini dapat memberikan ruang gerak lebih fleksibel serta mengurangi tekanan pasar terhadap pencapaian target finansial jangka pendek.
Meski demikian, proses privatisasi perusahaan publik kerap kali diiringi oleh langkah efisiensi biaya hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). Kendati demikian, hingga saat ini belum ada indikasi resmi bahwa restrukturisasi masif tersebut akan segera diterapkan di tubuh EA.
Sebagai catatan, EA sebelumnya telah memangkas sekitar 5% tenaga kerjanya pada 2024. Perusahaan mencatatkan jumlah karyawan sebanyak 14.500 orang pada Maret 2025, sebelum kembali memangkas beberapa ratus posisi pada Mei lalu.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
4

















































