Apa Itu Hantavirus, 'Virus Tikus' Mematikan di Kapal Mewah MV Hondius?

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar datang dari perairan Samudra Atlantik setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan adanya dugaan wabah hantavirus di sebuah kapal pesiar. Infeksi mematikan yang dibawa oleh hewan pengerat ini dilaporkan telah menelan korban jiwa di tengah pelayaran.

Mengutip laporan BBC, tiga orang dinyatakan meninggal dunia dalam insiden yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius. Kapal tersebut diketahui sedang melakukan perjalanan dari Argentina menuju Tanjung Verde saat wabah mulai terdeteksi.

Pihak otoritas kesehatan internasional kini sedang bersiaga penuh untuk memantau penyebaran virus ini di atas kapal. Hingga saat ini, satu kasus hantavirus telah dikonfirmasi secara resmi, sementara lima kasus terduga lainnya masih dalam proses penyelidikan mendalam.

"Penyelidikan mendetail terhadap kasus-kasus yang diduga hantavirus sedang berlangsung, termasuk pengujian laboratorium lebih lanjut," ujar perwakilan WHO dikutip Senin (4/5/2026)

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus merujuk pada jenis virus yang dibawa oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, penularan utama kepada manusia terjadi melalui penghirupan partikel udara dari kotoran tikus yang mengering, urin, maupun air liur yang terinfeksi.

Virus ini dapat menyebabkan dua penyakit serius, salah satunya adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru. Gejala awalnya meliputi kelelahan, demam, dan nyeri otot, namun jika gejala pernapasan berkembang, tingkat kematiannya sangat tinggi.

"Jika gejala pernapasan muncul, angka kematiannya mencapai sekitar 38%," tulis laporan dari CDC.

Penyakit kedua yang dipicu virus ini adalah Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal (HFRS). Penyakit ini jauh lebih parah karena menyerang fungsi ginjal dan dapat menyebabkan tekanan darah rendah, pendarahan internal, hingga gagal ginjal akut.

Kasus Global dan Cara Penanganan

Setiap tahunnya, diperkirakan terdapat 150.000 kasus HFRS di seluruh dunia, terutama di wilayah Eropa dan Asia. Berdasarkan laporan dari Institut Kesehatan Nasional, lebih dari separuh kasus tersebut biasanya terjadi di China.

Hingga saat ini, belum ditemukan pengobatan spesifik atau vaksin untuk infeksi hantavirus. Pasien yang terinfeksi biasanya hanya mendapatkan perawatan pendukung untuk meredakan gejala yang muncul.

"CDC merekomendasikan perawatan suportif untuk menangani gejala yang dapat mencakup terapi oksigen, ventilasi mekanis, obat antivirus, dan bahkan dialisis," tulis laporan CDC.

Pasien dengan gejala berat sering kali harus dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dan dalam beberapa kasus memerlukan intubasi. Langkah pencegahan yang paling efektif adalah dengan memutus kontak dengan tikus di lingkungan rumah maupun tempat kerja.

Kematian Pesohor Akibat Virus Tikus

Dunia internasional sebelumnya juga dikejutkan dengan kematian Betsy Arakawa, istri dari aktor pemenang Oscar Gene Hackman, pada Februari 2025. Arakawa meninggal dunia akibat penyakit pernapasan yang dikaitkan dengan hantavirus.

Penyelidik medis meyakini Arakawa terjangkit HPS setelah ditemukan sarang dan beberapa bangkai tikus di bangunan luar rumahnya. Catatan kepolisian menunjukkan bahwa sebelum meninggal, Arakawa sempat mencari informasi di internet mengenai gejala flu dan Covid-19, tanpa menyadari bahwa dirinya terinfeksi virus mematikan dari tikus.

(tps/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |