Jakarta, CNBC Indonesia - AdaKami memberikan dukungan kepada delapan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai sektor dan latar belakang di sejumlah daerah sepanjang 2025 melalui program #UsahaBarengAdaKami. Program ini menjangkau pelaku usaha dari kelompok rentan hingga UMKM berbasis lingkungan dan budaya.
Brand Manager AdaKami Jonathan Kriss menyampaikan UMKM masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional, namun kerap menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan dan menjaga keberlanjutan usaha.
"Melalui program #UsahaBarengAdaKami, kami ingin mendampingi UMKM sesuai kebutuhan masing-masing, bukan sekadar memberikan akses permodalan, tetapi juga mendorong keberlanjutan usaha dan dampak sosial di komunitas mereka," ungkap Jonathan dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (22/1/2026).
Pendampingan dalam program ini dilakukan melalui dukungan yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan tiap usaha, dengan fokus pada penguatan kapasitas, kelancaran operasional, serta keberlanjutan bisnis agar UMKM dapat tumbuh bersama komunitas di sekitarnya. Pendekatan tersebut tercermin pada UMKM di sektor kuliner dan kopi yang membawa misi inklusi dan pelestarian budaya. Di Jakarta Selatan, Kopi Tuli dan Akurasa merupakan usaha kopi yang membuka ruang kerja inklusif bagi penyandang tuna rungu.
Foto: Difabel Zone, UMKM peserta #UsahaBarengAdaKami
Melalui program #UsahaBarengAdaKami, kedua usaha ini mendapatkan dukungan untuk memperkuat operasional harian dan pengembangan layanan agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan.
Lalu di Yogyakarta, Kopi Moka Menoreh dan Kopi Selarong berfokus pada promosi kopi sekaligus budaya lokal. Dukungan program dimanfaatkan untuk memperkuat proses produksi dan penyajian, seiring upaya meningkatkan daya saing kopi lokal di pasar yang lebih luas. Pendekatan inklusif juga diwujudkan melalui dukungan kepada Difabel Zone, komunitas perajin batik difabel.
Dukungan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas produksi serta melengkapi sarana pendukung pameran, di tengah tingginya minat kolaborasi dan kemitraan. Pendiri Difabel Zone, Lidwina Wurie Akhdiyanti mengatakan permintaan pameran dan kerja sama cukup tinggi, tetapi pihaknya memiliki keterbatasan sarana.
"Dukungan dari #UsahaBarengAdaKami membantu kami menjawab kebutuhan tersebut," ujar dia.
Foto: Kopi Tuli, UMKM sektor kopi peserta program #UsahaBarengAdaKami
Di Sumatra Barat, House of Kawa di Tanah Datar yang merupakan usaha pelestarian minuman tradisional Minangkabau dijalankan lintas generasi. Dukungan program dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan, sehingga proses produksi dapat berjalan lebih konsisten.
Sementara di Bali, Urban Compost mengelola sampah organik menjadi kompos dalam skala komunitas. Dukungan program membantu meningkatkan efisiensi proses pengolahan yang selama ini membutuhkan tenaga dan waktu besar. Selain itu, Pisangne K-Tamane didukung untuk memperkuat kapasitas usaha agrowisata yang memberdayakan petani perempuan melalui peningkatan kualitas produksi.
Pendiri Urban Compost Bali, Buya Azmedia, mengatakan program #UsahaBarengAdaKami membantu memperlancar proses pengolahan dan menjaga keberlanjutan upaya pelestarian lingkungan.
"Pengolahan sampah organik bukan proses instan. Dukungan program ini membantu kami meningkatkan efisiensi dan memastikan upaya pelestarian lingkungan dapat terus berjalan," ujarnya.
Jonathan menyebut setiap pelaku UMKM memiliki cerita dan tantangan yang berbeda. Namun benang merahnya tetap sama, yaitu menghadirkan dampak bagi komunitas dan lingkungan di sekitarnya.
"Ke depan, kami ingin terus mendampingi mereka dengan cara yang relevan agar usaha-usaha ini dapat tumbuh berkelanjutan," tutur Jonathan.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1

















































