8 Kebakaran Hutan Terbesar dalam Sejarah Dunia, Ada RI?

1 hour ago 3

Salma Laiqa,  CNBC Indonesia

25 August 2026 12:00

Jakarta,CNBC Indonesia - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam skala besar telah berulang kali menghanguskan jutaan hektare wilayah di berbagai belahan dunia. Dalam kasus paling ekstrem, luas area yang terbakar bahkan mencapai puluhan hingga lebih dari 100 juta hektare dalam satu musim kebakaran.

Risiko tersebut kembali menjadi perhatian di Indonesia, dimana karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah pada Agustus 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 19 Agustus mencatat hotspot signifikan di empat provinsi prioritas, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua Selatan, dan Kalimantan Timur. Sementara BNPB mencatat karhutla masih menjadi salah satu kejadian bencana yang dominan dalam beberapa hari terakhir.

BPBD bersama tim gabungan berusaha memadamkan karhutla di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (18/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Bulungan)BPBD bersama tim gabungan berusaha memadamkan karhutla di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (18/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Bulungan) Foto: BPBD bersama tim gabungan berusaha memadamkan karhutla di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (18/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Bulungan)

Ini bukan pertama kalinya Indonesia menghadapi karhutla berskala besar. Di periode 1997-1998 karhutla melanda Indonesia dengan mencakup wilayah hampir 10 juta hektare, sedangkan lebih dari 2,6 juta hektare hutan dan lahan kembali terbakar di 2015. 

8 Kebakaran Hebat dalam Sejarah Dunia

Tak hanya di Indonesia, banyak negara juga kerap mengalami kebakaran bahkan sangat hebat. 

Menentukan kebakaran terbesar dalam sejarah tidak sederhana karena metode pencatatan dan definisi berbeda antarnegara maupun periode.

Dalam daftar ini, CNBC Indonesia Research menggunakan cakupan wildland fire, yakni kebakaran pada vegetasi alami seperti hutan, semak, padang rumput, savana, dan gambut.

Angka luas terbakar dapat merujuk pada satu musim kebakaran, rangkaian kebakaran atau mega-complex, bukan semata satu titik api tunggal atau single fire.

1. Australia 1974-1975 (116,95 juta hektare)

Musim kebakaran Australia 1974-1975 menjadi salah satu kejadian wildland fire terbesar yang pernah didokumentasikan.

Australian Bureau of Statistics mencatat lebih dari 116 juta hektare, atau sekitar 15% daratan Australia, terbakar terutama di kawasan pedalaman. Kebakaran meluas setelah curah hujan tinggi pada tahun-tahun sebelumnya memicu pertumbuhan vegetasi yang kemudian mengering dan menjadi bahan bakar api.

2. Siberia, Rusia 2020 (25,5 juta hektare)

Siberia mengalami musim kebakaran ekstrem pada 2020 dengan hampir 15.000 kejadian kebakaran sepanjang Maret hingga September.

International Association of Wildland Fire (IAWF) mencatat kebakaran tersebut melanda berbagai bentang alam, mulai dari kawasan hutan dan padang rumput hingga wilayah Arktik. Kondisi ini dipicu oleh suhu musim semi yang sangat tinggi, pencairan salju lebih awal, serta kekeringan berkepanjangan yang membuat vegetasi semakin mudah terbakar.

Peta menunjukkan sebaran area kebakaran di Siberia sepanjang Maret hingga September 2020 berdasarkan pemantauan satelit. Titik dan area berwarna gelap menunjukkan wilayah yang terbakar, dengan konsentrasi kebakaran terlihat di sejumlah kawasan Siberia tengah dan timur.Peta menunjukkan sebaran area kebakaran di Siberia sepanjang Maret hingga September 2020 berdasarkan pemantauan satelit. Titik dan area berwarna gelap menunjukkan wilayah yang terbakar, dengan konsentrasi kebakaran terlihat di sejumlah kawasan Siberia tengah dan timur. Foto: International Association of Wildland Fire

3. Rusia 2003 (22,3 juta hektare)

Siberia dan Rusia timur juga mengalami salah satu musim kebakaran terbesar pada 2003.NASA mencatat lebih dari 55 juta acre, setara sekitar 22,3 juta hektare, telah terbakar bahkan hingga awal Agustus tahun tersebut.

NASA menyebut musim semi dan musim panas 2003 sebagai periode kebakaran paling luas yang pernah tercatat di Siberia Timur selama lebih dari satu abad, dengan kondisi panas dan kering memperbesar risiko penyebaran api.

4. Black Summer Australia 2019-2020 (>17 juta hektare)

Black Summer 2019-2020 menjadi salah satu musim kebakaran terburuk dalam sejarah Australia.

Australian Public Service Commission mencatat lebih dari 17 juta hektare lahan terbakar, menewaskan 33 orang, serta menghancurkan lebih dari 3.000 rumah. Kebakaran juga menyelimuti banyak kota dengan asap tebal dan menekan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah terdampak.

A Tuncurry fire crew member fights part of the Hillville bushfire south of Taree, in the Mid North Coast region of NSW, Australia, November 12, 2019.  AAP Image/Darren Pateman/via REUTERS    ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVE. AUSTRALIA OUT. NEW ZEALAND OUT.A Tuncurry fire crew member fights part of the Hillville bushfire south of Taree, in the Mid North Coast region of NSW, Australia, November 12, 2019. AAP Image/Darren Pateman/via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVE. AUSTRALIA OUT. NEW ZEALAND OUT. Foto: Kebakaran Hutan di Australia. ( AAP Image/Darren Pateman/via REUTERS)

5. Siberia-China 1987 (16-18 juta hektare)

Rangkaian kebakaran besar melanda Siberia dan China bagian utara pada 1987.

Guinness World Records memperkirakan sekitar 13-15 juta hektare wilayah Siberia terdampak, sementara kebakaran Daxing'anling di China menambah total area terbakar di kawasan tersebut menjadi sekitar 16-18 juta hektare. Peristiwa ini dikategorikan sebagai mega-complex karena terdiri dari sejumlah kebakaran yang terjadi hampir bersamaan di wilayah yang luas.

6. Kanada 2023 (>15 juta hektare)

Kanada mengalami musim kebakaran paling ekstrem yang pernah tercatat pada 2023.

Natural Resources Canada (NRC) mencatat sekitar 15 juta hektare area terbakar akibat lebih dari 6.800 kejadian kebakaran yang tersebar luas dari wilayah barat hingga Atlantik dan kawasan utara.

Smoke rises from a wildfire in Tumbler Ridge, British Columbia, Canada, in this screen grab taken from a video, June 8, 2023. BC Wildlife Service/Handout via REUTERS    THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY MANDATORY CREDIT NO RESALES. NO ARCHIVES.Smoke rises from a wildfire in Tumbler Ridge, British Columbia, Canada, in this screen grab taken from a video, June 8, 2023. BC Wildlife Service/Handout via REUTERS THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY MANDATORY CREDIT NO RESALES. NO ARCHIVES. Foto: via REUTERS/BC WILDLIFE SERVICE

Periode Mei hingga Juli menjadi yang terpanas dalam lebih dari 80 tahun.

 NRC juga menemukan bahwa perubahan iklim membuat intensitas ekstrem musim kebakaran tersebut setidaknya dua kali lebih mungkin terjadi dibandingkan kondisi praindustri, sementara persistensi kondisi panas dan keringnya menjadi setidaknya tujuh kali lebih mungkin. 

7. Bolivia 2024 (15-16 juta hektare)

Petugas pemadam kebakaran memeriksa area yang terdampak kebakaran hutan di Concepcion, Bolivia.Petugas pemadam kebakaran memeriksa area yang terdampak kebakaran hutan di Concepcion, Bolivia. Foto: Reuters

Bolivia mengalami lonjakan kebakaran yang sangat ekstrem pada 2024. NASA mencatat hampir 16 juta hektare area terbakar, dengan rekor 89.725 titik kebakaran terdeteksi hingga awal Desember. Kebakaran dipicu oleh kombinasi pembukaan lahan dan pembakaran padang rumput, serta diperparah oleh kekeringan luar biasa yang melanda berbagai wilayah, termasuk Pando, La Paz, dan Santa Cruz. 

8. Indonesia 1997-1998 (9,75 juta hektare)

Indonesia mengalami salah satu episode karhutla terbesar dalam sejarah pada 1997-1998. Kajian Bappenas memperkirakan sekitar 9,75 juta hektare wilayah terbakar, dengan Kalimantan menjadi kawasan paling terdampak.

Kebakaran berlangsung di tengah El Niño kuat yang memicu kekeringan berkepanjangan, sementara aktivitas manusia dan pembukaan lahan turut memperbesar penyebaran api.

Belajar dari Kebakaran Besar Dunia

Deretan kebakaran terbesar dunia menunjukkan pola yang serupa: panas ekstrem, kekeringan, dan vegetasi kering dapat mempercepat penyebaran api, sementara aktivitas manusia sering memperbesar risikonya.

Bagi Indonesia, pencegahan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)/Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), BMKG, Kementerian Kehutanan, TNI-Polri, perusahaan pemegang konsesi, hingga masyarakat sekitar hutan dan lahan. Koordinasi diperlukan untuk pemantauan titik panas, pengelolaan lahan, serta respons cepat sebelum kebakaran meluas.

(slm/slm)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |