76 Juta Warga Diperkirakan Bakal Mudik Pakai Kendaraan Pribadi

1 day ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperhitungkan bahwa sebanyak 76 juta masyarakat Indonesia akan melakukan mudik menggunakan kendaraan pribadi jelang hari raya Idulfitri 2026/1447 H ini.

Angka tersebut sebanyak 50% dari total masyarakat yang diperkirakan akan melakukan mudik tahun ini.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebut, diperkirakan terdapat sebanyak 76 juta pemudik dari total 143 juta pemudik Idulfitri pada tahun ini. Pemerintah sendiri akan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, termasuk ketersediaan bahan bakar kendaraan.

"Dari konsolidasi dengan kementerian lembaga diperkirakan total pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi totalnya adalah 76 juta. Ini cukup signifikan," kata Yuliot dalam Konferensi Pers di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Khusus untuk ketersediaan BBM bagi pemudik, Yuliot mengungkapkan saat ini stok BBM non subsidi seperti bensin RON 92 (Pertamax) terhitung mencapai 29-30 hari. Sementara stok Pertamina Dex terhitung mencapai 45 hari, dan avtur mencapai 37 hari.

"Pertamax atau RON 92 dan juga ada Pertamax Turbo, ada Pertamina Dex, Avtur, itu justru cadangan sangat jauh di atas apa yang ditetapkan tadi," paparnya.

Meskipun, secara keseluruhan cadangan terhitung di angka 23-25 hari. Namun secara ekosistem, menurutnya ketahanan BBM dalam negeri mencapai 30 hari.

Sedangkan untuk pengisian kendaraan listrik, Yuliot menyebutkan pemerintah menjamin ketersediaan energi primer untuk bisa disalurkan hingga penerima akhir.

"Kami juga menjaga bagaimana energi primer itu tersedia dengan cukup," tandasnya.

Perkiraan Konsumsi BBM

Pemerintah memperkirakan konsumsi harian Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya jenis bensin akan mengalami peningkatan hingga 12% selama periode mudik Idulfitri 2026 dibandingkan konsumsi harian pada kondisi normal.

Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan & Idulfitri 2026, Erika Retnowati menyampaikan, bahwa selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina (Persero) menyiagakan sebanyak 125 terminal BBM, 7.888 SPBU dan 72 DPPU serta menyediakan fasilitas tambahan di wilayah-wilayah dengan permintaan BBM tertinggi.

"Secara umum kondisi ketahanan stok BBM aman baik gasoline, gasoil, kerosene maupun avtur," terang Erika dalam Konfrensi Pers Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan & Idulfitri 2026, Kamis (12/3/2026).

Di sisi lain, untuk Liquefied Petroleum Gas, Kementerian ESDM dalam hal ini Ditjen Migas dan Pertamina juga menyiagakan 40 terminal LPG, 757 SPBE dan 6.662 agen LPG. Prognosa ketahanan stok LPG dalam kondisi aman dan kondisi LPG ini dipertahankan tetap stabil selama periode Ramadan dan Hari Raya Idulfitri serta kesiapan agen dan pangkalan LPG siaga 24 jam khususnya di wilayah dengan demand yang tinggi.

"Proyeksi penyaluran LPG selama periode posko diprediksi mengalami kenaikan sekitar 4% jika dibandingkan dengan rata-rata penyaluran normal," tegas Erika

Sementara untuk BBM diesel/gasoil diperkirakan turun 14,5%.

"Gasoline akan naik sekitar 12%, sedangkan gasoil (BBM Solar) akan turun 14,5% dari kondisi normal. Adapun avtur diperkirakan akan naik 2,8% dan kerosene naik 4,2%," ujarnya.

(wia)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |