700.000 Orang Tewas, Google Peringatkan Bencana Besar Lebih Cepat

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Memprediksi munculnya badai tropis atau siklon yang mematikan kini tak lagi memakan waktu lama. Google DeepMind dan Google Research resmi meluncurkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terbaru bernama WeatherNext yang diklaim mampu memprediksi arah dan kekuatan badai satu hari lebih cepat dibandingkan teknologi meteorologi yang ada saat ini.

Laporan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature tersebut menyebutkan bahwa lompatan akurasi yang dihasilkan WeatherNext setara dengan kemajuan teknologi meteorologi selama satu dekade.

"Rata-rata, model kami memberikan waktu prediksi ekstra selama satu hari bagi para prakirawan. Prakiraan tiga hari kami setara dengan apa yang sebelumnya hanya mampu diberikan oleh model terdahulu untuk dua hari ke depan," tulis tim peneliti Google, dikutip dari blog resmi Google DeepMind, Jumat (7/8/2026).

Langkah ini menjadi krusial mengingat siklon tropis seperti hurricane dan topan, merupakan salah satu bencana alam paling mematikan. Dalam 50 tahun terakhir, fenomena ini tercatat telah menelan lebih dari 700.000 korban jiwa dan memicu kerugian ekonomi hingga US$1,4 triliun (sekitar Rp25.000 triliun) secara global.

Teknologi ini dikembangkan melalui kolaborasi masif antara peneliti AI Google dengan lembaga cuaca terkemuka dunia, termasuk National Hurricane Center (NHC) Amerika Serikat, UK Met Office, dan Cooperative Institute for Research in the Atmosphere (CIRA).

Sudah Diuji Coba di Lapangan

Kemampuan WeatherNext bukan sekadar teori di atas kertas. Sepanjang musim badai 2025, model AI ini telah digunakan NHC untuk memprediksi Badai Melissa di Jamaika secara presisi, termasuk potensi lonjakan kekuatan badai (rapid intensification) dan titik pendaratannya.

Informasi dini tersebut memberi waktu vital bagi tim penyelamat di lapangan untuk melakukan evakuasi dan persiapan darurat sebelum badai menerjang.

Secara teknis, WeatherNext mampu memecahkan masalah klasik dalam ilmu cuaca. Selama ini, memprediksi arah jalur badai butuh pemodelan atmosfer skala global, sementara memprediksi kekuatan badai butuh pemodelan lokal beresolusi sangat tinggi. WeatherNext berhasil menggabungkan kedua kemampuan tersebut dalam satu model AI tunggal.

Hebatnya lagi, AI ini mampu menjalankan 1.000 skenario simulasi cuaca hanya dalam waktu kurang dari satu menit menggunakan chip TPU Google.

Dibuka Gratis untuk Publik

Demi menekan dampak krisis iklim dan bencana alam, Google memutuskan untuk menggratiskan akses kode sumber (open source) untuk model WeatherNext 2 dan WeatherNext Cyclones.

Langkah ini diharapkan dapat membantu badan meteorologi, peneliti, hingga organisasi nirlaba di berbagai negara, termasuk negara berkembang, untuk memperkuat sistem peringatan dini bencana, mendukung sektor energi terbarukan, hingga mengantisipasi cuaca ekstrem.

Masyarakat umum dan peneliti kini juga dapat memantau pergerakan badai serta prediksi cuaca global secara langsung melalui platform visualisasi Weather Lab yang diintegrasikan ke dalam ekosistem Google Earth AI.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |