Jakarta, CNBC Indonesia - Kekerasan dalam rumah tangga tidak selalu berbentuk fisik. Salah satu bentuk yang paling sering luput disadari adalah penyalahgunaan finansial (financial abuse). Bentuk kekerasan ini kerap terjadi secara perlahan, tampak "normal", bahkan dibungkus dengan alasan tanggung jawab atau cinta.
Penyalahgunaan finansial adalah alat kontrol yang bisa menghilangkan kebebasan, rasa aman, dan kemandirian seseorang.
Apa Itu Penyalahgunaan Finansial?
Penyalahgunaan finansial adalah tindakan mengontrol, membatasi, atau mengeksploitasi uang dan aset seseorang dengan tujuan menciptakan ketergantungan dan ketidakberdayaan.
Menurut Respect Victoria, lembaga pencegahan kekerasan keluarga di Australia, penyalahgunaan finansial merupakan bagian dari kekerasan dalam hubungan dan bisa terjadi pada siapa saja baik pasangan, anggota keluarga, hingga orang tua lanjut usia. Yang membuatnya berbahaya, kekerasan ini sering:
-
Tidak meninggalkan luka fisik
-
Terjadi secara bertahap
-
Sulit dikenali oleh korban maupun orang di sekitarnya
Mengapa Penyalahgunaan Finansial Sangat Berbahaya?
Uang bukan sekadar alat transaksi. Dalam hubungan, uang berkaitan langsung dengan:
-
Akses terhadap kebutuhan dasar
-
Kebebasan mengambil keputusan
-
Kesempatan bekerja dan berkembang
-
Kemampuan keluar dari hubungan yang tidak sehat
Ketika seseorang kehilangan kendali atas keuangannya, ia kehilangan pilihan hidup. Inilah mengapa penyalahgunaan finansial sering menjadi fondasi bagi bentuk kekerasan lain, seperti kekerasan emosional bahkan fisik.
Tanda-Tanda Penyalahgunaan Finansial yang Perlu Diwaspadai
Berikut red flags penyalahgunaan finansial yang paling umum, sebagaimana dijelaskan oleh Respect Victoria:
1. Kontrol Ketat atas Uang
-
Tidak diberi akses ke rekening bank atau informasi keuangan
-
Semua keputusan keuangan diambil sepihak
-
Uang "dipegang" oleh satu pihak tanpa transparansi
Jika kamu harus meminta izin untuk menggunakan uang sendiri, ini bukan hal sepele.
2. Dipaksa Berutang atau Menanggung Risiko
-
Dipaksa mengambil pinjaman, cicilan, atau kartu kredit atas nama sendiri
-
Disuruh menandatangani dokumen keuangan tanpa penjelasan jelas
-
Menanggung utang pasangan tanpa persetujuan sadar
Risiko finansial dipindahkan ke satu pihak, sementara kontrol tetap di pihak lain.
3. Dilarang atau Dihalangi Bekerja
-
Dilarang bekerja, melanjutkan karier, atau menerima promosi
-
Dipaksa berhenti bekerja dengan alasan keluarga
-
Penghasilanmu diambil atau dikontrol sepenuhnya
Mencegah seseorang bekerja adalah cara efektif untuk menciptakan ketergantungan total.
4. Menyembunyikan Aset dan Informasi
-
Aset keluarga disimpan atas nama satu pihak saja
-
Penghasilan atau tabungan disembunyikan
-
Pengeluaran besar dilakukan tanpa sepengetahuan pasangan
Ketidakjujuran finansial yang sistematis adalah bentuk manipulasi.
5. Pengawasan Berlebihan atas Pengeluaran
-
Setiap transaksi dipertanyakan atau dipermasalahkan
-
Dimarahi karena belanja kebutuhan dasar
-
Harus memberi laporan detail atas pengeluaran kecil
Ini bukan soal disiplin keuangan, melainkan pengendalian perilaku.
Penyalahgunaan Finansial vs Pengelolaan Keuangan Bersama
Tidak semua pembagian peran keuangan adalah kekerasan. Hubungan finansial yang sehat ditandai oleh:
-
Keputusan dibuat bersama
-
Transparansi pendapatan dan pengeluaran
-
Akses adil terhadap uang
-
Ruang untuk pendapat dan pilihan pribadi
Masalah muncul ketika satu pihak kehilangan suara dan pilihan.
Mengapa Banyak Korban Tidak Menyadarinya?
Penyalahgunaan finansial sering disamarkan sebagai:
-
"Aku lebih paham soal uang"
-
"Biar aku saja yang atur"
-
"Ini demi kebaikan kita"
Karena terjadi perlahan, korban kerap baru menyadari saat:
-
Tidak punya tabungan sama sekali
-
Terjebak utang
-
Tidak mampu keluar dari hubungan bermasalah
Cara Melindungi Diri dari Penyalahgunaan Finansial
Beberapa langkah pencegahan yang disarankan:
-
Pertahankan Akses ke Rekening Pribadi, Meski memiliki rekening bersama, tetap punya rekening atas nama sendiri.
-
Pahami Semua Keputusan Keuangan, Jangan menandatangani dokumen tanpa memahami konsekuensinya.
-
Bicarakan Keuangan Sejak Awal Hubungan, Diskusi soal uang bukan tabu-justru penting untuk melihat kesetaraan.
-
Percayai Rasa Tidak Nyaman, Jika kamu merasa dikontrol, itu sinyal penting.
Jika Kamu atau Orang Terdekat Mengalaminya
Penyalahgunaan finansial bukan konflik biasa. Ini adalah bentuk kekerasan yang nyata. Jika melihat tanda-tandanya pada diri sendiri atau orang lain:
-
Dengarkan tanpa menghakimi
-
Validasi perasaan korban
-
Dorong untuk mencari bantuan profesional atau lembaga pendamping
Kesimpulan
Penyalahgunaan finansial adalah kekerasan yang senyap namun menghancurkan. Ia merampas bukan hanya uang, tetapi juga kemandirian, harga diri, dan masa depan seseorang.
Mengenali tanda-tandanya adalah langkah awal untuk melindungi diri dan orang-orang terdekat. Dalam hubungan yang sehat, uang seharusnya menjadi alat kerja sama-bukan alat kekuasaan.
(dag/dag)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1

















































