55 Kapal Pelni Dikerahkan Angkut Pemudik, Ini Prediksi Tanggal Neraka

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memprediksi puncak arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 H atau 2026 menggunakan kapal. Direktur Utama Pelni, Tri Andayani mengatakan puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik terjadi pada 2 April 2026.

"Masa peak season kami tetapkan dari 6 Maret sampai dengan 6 April 2026, dengan proyeksi puncak arus mudik berada di 188 Maret dan puncak arus balik pada 2 April 2026 yang akan menyandari 304 pelabuhan," kata Tri dalam konferensi persnya, Rabu (4/3/2026).

Oleh karena itu, Pelni akan menyiapkan operasional kapal penumpang sebanyak 55 kapal, dengan rincian 25 kapal reguler dan 30 kapal perintis. Adapun kapasitas dari 55 kapal tersebut mencapai 56.069 kursi.

"Kapal yang akan kami operasionalkan pada angkutan lebaran 2026 sebanyak 55 kapal yang terdiri dari 25 kapal penumpang (reguler) dan 30 kapal perintis," lanjutnya.

Lebih rinci, jenis kapal yang akan dioperasikan yakni 1 kapal tipe 3000 pax, 10 kapal tipe 2000 pax, 9 kapal tipe 1000 pax, 3 kapal tipe 500 pax, dan 2 kapal RORO.

Pelni pun menyiapkan sebanyak 751.550 tiket pada masa Lebaran 2026. Angka ini mengalami penurunan dari Lebaran 2025 yang mencapai 781.723.

Selain itu, Pelni juga memprediksi penumpang yang akan melakukan mudik menggunakan kapal Pelni pada Lebaran 2026 mencapai 641.025. Angka ini juga mengalami penurunan sekitar 1,43% dari sebelumnya Lebaran 2025 yang mencapai 650.329.

Tri mengatakan turunnya ketersedian tiket dan prediksi jumlah penumpang yang turun saat Lebaran 2026 terjadi karena adanya dispensasi kapasitas.

"Turunnya ketersedian tiket yang kami buka dan proyeksi jumlah penumpang yang menurun terjadi karena adanya dispensasi, kami mintakan dispensasi penumpang itu sebanyak 145% di tahun ini, sedangkan di tahun lalu realisasi ya di 152%," jelasnya.

Selain soal kapasitas, Pelni juga memprioritaskan kesiapan teknis armada. Tri memastikan seluruh kapal telah selesai menjalani docking sebelum periode puncak dimulai. Hal ini penting untuk menjaga keandalan operasi serta mencegah gangguan layanan yang bisa berdampak pada jadwal keberangkatan.

Direktur Utama Pelni, Tri Andayani saat dalam Konferensi Pers Angkutan Lebaran Tahun 1447 H PT Pelni (Persero) di Jakarta, Rabu (4/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Foto: Direktur Utama Pelni, Tri Andayani saat dalam Konferensi Pers Angkutan Lebaran Tahun 1447 H PT Pelni (Persero) di Jakarta, Rabu (4/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Direktur Utama Pelni, Tri Andayani saat dalam Konferensi Pers Angkutan Lebaran Tahun 1447 H PT Pelni (Persero) di Jakarta, Rabu (4/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

"Dalam aspek keselamatan, sebelum kapal beroperasi, terutama saat peak seasob, kami seluruhnya telah melaksanakan docking, kemudian kami huga tentu melakukan ramp check bersama Kementerian Perhubungan dan juga kami melakukan monitoring ketersediaan hal-hal penting di kapal," ujarnya.

Pengawasan keselamatan pun dilakukan lebih ketat. Setiap kapal diwajibkan memenuhi prosedur pemeriksaan sebelum berangkat, dan terdapat sejumlah edukasi tambahan bagi awak kapal guna memperkuat budaya keselamatan.

Tri menyebut bahwa standar internasional menjadi acuan utama perusahaan dalam menyediakan fasilitas perlindungan bagi seluruh penumpang.

"Setiap kapal harus melalui Ramp Check dan mendapat persetujuan serta verifikasi kelaikan laut dari Ditkapel Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan. Workshop Keselamatan Kapal juga telah dilakukan di beberapa kapal sebagai upaya penguatan awareness terhadap safety pelayaran," sebutnya.

Menurut Tri, perangkat keselamatan di kapal tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga melebihi jumlah yang diwajibkan. Ia memastikan kapasitas alat keselamatan dipersiapkan dengan margin besar untuk mengantisipasi segala kemungkinan di laut.

Pelni juga menekankan pentingnya keberadaan life-saving appliances sebagai bagian dari komitmen penuh terhadap keamanan penumpang.

"Ketersediaan alat keselamatan sudah memenuhi standar internasional 125%, meliputi lifeboat, life raft, life jacket, dan life buoy. Kapasitas alat keselamatan untuk 25 unit Kapal Penumpang mencapai 61.684 orang, yang mencakup sekitar 138% dari kapasitas maksimal setelah dispensasi, sementara Kapal Perintis memiliki kapasitas alat keselamatan 19.438 orang," terangnya.

(chd/wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |