400 Miliarder Dunia Desak Pajak Lebih Tinggi untuk Orang Super Kaya

7 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Hampir 400 miliarder dunia menandatangani surat terbuka yang menuntut pajak yang lebih tinggi bagi kaum super kaya saat Forum Ekonomi Dunia di Swiss dimulai.

Melansir Independent, pernyataan tersebut ditandatangani oleh tokoh-tokoh terkenal termasuk aktor nominasi Oscar Mark Ruffalo dan musisi Brian Eno. Desakan ini memperingatkan bahwa orang-orang yang sangat kaya memiliki dampak negatif pada dunia.

Dalam pernyataannya, para penandatangan menyoroti laporan bahwa 1% orang terkaya memiliki kekayaan lebih dari 95% dari total kekayaan penduduk dunia lainnya, surat tersebut menyerukan kepada para pemimpin global untuk menutup kesenjangan yang semakin lebar.

"Segelintir oligarki global dengan kekayaan ekstrem telah membeli demokrasi kita; mengambil alih pemerintahan kita; membungkam kebebasan media kita; mencekik teknologi dan inovasi; memperdalam kemiskinan dan pengucilan sosial; dan mempercepat kerusakan planet kita," tulis laporan dikutip, Minggu (25/1/2026).

"Apa yang kita hargai, kaya dan miskin, sedang dikikis oleh mereka yang berniat memperlebar jurang antara kekuasaan mereka yang besar dan semua orang lain," lanjut surat itu.

"Kita semua tahu ini. Ketika bahkan milarder, seperti kita, menyadari bahwa kekayaan ekstrem telah merugikan semua orang lain, tidak diragukan lagi bahwa masyarakat sedang berada di ambang jurang yang berbahaya."

Pernyataan ini bertepatan dengan WEF tahunan, yang diadakan di Davos minggu ini. Lebih dari 3.000 orang, termasuk rekor 60 pemimpin dunia, berkumpul di kota di Pegunungan Alpen Swiss minggu ini.

Kampanye bertajuk Time to Win, yang digagas oleh Patriotic Millionaires, Millionaires for Humanity, dan Oxfam, menyampaikan pesan tegas kepada para pemimpin global untuk segera bertindak.

"Anda sudah memiliki solusi sederhana dan efektif, yang didukung oleh para jutawan dan masyarakat umum. Berhentilah membuang-buang waktu yang kita miliki. Kenakan pajak kepada orang-orang super kaya," demikian pernyataan kelompok tersebut.

Kehadiran Presiden AS Donald Trump menjadi fokus perhatian karena ancamannya untuk merebut wilayah Denmark, Greenland, dan mengenakan tarif pada sekutu yang tidak mendukungnya.

Trump, yang sendiri merupakan seorang miliarder, telah mengumpulkan kabinet terkaya dalam sejarah AS pada masa jabatan keduanya. Kekayaan gabungan mereka tahun lalu mencapai US$7,5 miliar, menurut Forbes.

Direktur eksekutif Oxfam International, Amitabh Beha menjelaskan tahun lalu peningkatan kekayaan miliarder belum pernah terjadi sebelumnya. Orang-orang super kaya diberi kebebasan penuh. Sulit dipahami bahwa 1% orang terkaya sekarang memiliki kekayaan tiga kali lebih banyak daripada total kekayaan publik dunia secara gabungan.

"Ini adalah tuduhan yang jelas yang menggambarkan betapa tidak masuk akalnya jurang pemisah antara oligarki dan umat manusia lainnya saat ini." Pemerintah harus segera menerapkan pajak terhadap kaum super kaya dan memprioritaskan pengurangan ketidaksetaraan. Dunia tidak bisa terus berada di jalur yang mengerikan ini," ujarnya.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |