Jakarta, CNBC Indonesia - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengingatkan masyarakat agar waspada dengan informasi lowongan kerja yang berseliweran di media sosial. OIKN menegaskan informasi lowongan kerja itu palsu dan tidak benar.
Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw mengungkapkan OIKN hingga saat ini belum membuka proses rekrutmen apapun. Adapun, dia menjelaskan bahwa informasi terkait dengan IKN hanya diumumkan melalui situs resmi ataupun media sosial resmi OIKN.
"Saat ini Otorita IKN tidak sedang membuka proses rekrutmen atau penerimaan pegawai dalam bentuk apa pun. Seluruh informasi yang beredar melalui poster, pesan siaran, maupun tautan pendaftaran di luar kanal resmi merupakan hoaks dan berada di luar tanggung jawab Otorita IKN," kata Troy dalam keterangan resminya, dikutip Senin (13/4/2026).
Troy menjelaskan rekrutmen resmi OIKN tidak pernah memungut biaya dalam bentuk apapun. Dia memastikan OIKN tidak menggunakan kontak pribadi, baik melalui WhatsApp maupun email non-korporat, dalam proses komunikasi rekrutmen.
Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk tidak mengisi data pribadi pada tautan yang tidak berasal dari domain resmi ikn.go.id.
"Otorita IKN mengingatkan adanya potensi penyalahgunaan atribut instansi seperti logo, foto pejabat, maupun visual infrastruktur untuk menyesatkan publik. Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi Otorita IKN," kata Troy.
Kepada pihak-pihak yang melakukan manipulasi informasi, termasuk informasi palsu, hoax dan sejenisnya melalui berbagai kanal media termasuk menggunakan logo, lambang, foto bangunan IKN, foto pejabat OIKN, Troy meminta untuk segera menghentikan dan menurunkan konten palsu tersebut.
Jika masyarakat menemukan informasi yang tidak meyakinakan, dia meminta masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi informasi dan lebih berhati-hati terhadap berbagai bentuk penipuan yang memanfaatkan isu rekrutmen. Masyarakat dapat melapor bila menemukan informasi palsu melalui lapor.go.id atau no hotline +62 811-5999-767.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

4 hours ago
2

















































