Video; Harga Gas Naik-Lawan Produk China, Bisnis Tekstil Kian Terdesak

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia- Belum pulih dari dampak pandemi covid-19, idnsutri tekstil dan produk tekstil (TPT) kembali menghadpai tekanan bisnis akibat perang Timur Tengah, lonjakan harga energi, BBM dan gas hingga pelemahan nilai tukar Rupiah dan kenaikan suku bunga.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta mengatakan saat ini kenaikan harga gas menjadi beban yang menambah berat industri. Meski mendapatkan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) di USD 7 per MMBTU namun kuotanya terbatas hanya 65% dari kebutuhan dan sisanya harga norma yang terus naik.

Kondisi tekanan ini tidak hanya membebani biaya produksi namun juga menakan daya saing produk tekstil RI, akibatnya makin sulit untuk melawan produk impor China yang lebih murah.

Seperti apa tantangan bisnis tekstil RI? Selengkapnya simak dialog Bunga Cinka dengan Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta di CNBC Indonesia


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |