Vietnam Sudah Untung Besar dari Kerja Sama Inggris, Yakin RI Gak Iri?

7 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Perjanjian Perdagangan Bebas Inggris-Vietnam (UKVFTA) menunjukkan kesepakatan dan kerja sama yang komprehensif bisa mendatangkan banyak manfaat ekonomi secara signifikan dalam waktu relatif singkat. Indonesia bisa meniru Vietnam melalui langkah serupa.

Vietnam dan Singapura adalah dua negara di ASEAN yang sudah menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Inggris. Perjanjian perdagangan bebas Vietnam-Inggris ditandatangani pada 29 Desember 2020 dan berlaku efektif 1 Januari 2021.

Perjanjian ini memberikan keunggulan kompetitif bagi barang-barang Vietnam dibandingkan eksportir regional lainnya seperti Malaysia, Thailand, dan Indonesia yang memiliki andalan produk ekspor hampir sama.

Setelah empat tahun diberlakukan, Perjanjian Perdagangan Bebas Inggris-Vietnam (UKVFTA) terbukti memberikan dampak nyata.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (GDC), perdagangan Vietnam dan Inggris mencapai lebih dari US$9,38 miliar pada 2025, melonjak 41% dibandingkan pada 2019 (US$ 6,61 miliar) di mana UKFTA belum ditandatangani.

Kementerian Industri dan Perdagangan (MoIT) mencatat bahwa pertumbuhan perdagangan Vietnam dengan Inggris pada 2024 melampaui rata-rata pertumbuhan perdagangan Vietnam dengan Uni Eropa (16,8%), Eropa secara keseluruhan (17,2%), dan pasar global (15,4%).

Pada 2025 ekspor Vietnam ke Inggris mencapai US$8,39 miliar atau naik 11,8%.

 Sejumlah komoditas mencatat kenaikan nilai ekspor yang signifikan. Di antaranya, mainan, peralatan olahraga, dan komponennya naik 60,5%, kopi meningkat 55,3%; kacang mete melonjak 42,5%, ekspor sayur dan buah melesat 50,7%; serta ekspor lada naik 61,5%.

Sementara itu, impor Vietnam dari Inggris mencapai US$ 991,36 juta pada 2025 atau naik 12% dibandingkan 2024 (US$ 883,51 juta). Produk paling banyak diimpor adalah farmasi dan plastik.

Saat ini Inggris merupakan mitra dagang terbesar ketiga Vietnam di Eropa, sedangkan Vietnam adalah mitra utama Inggris di Asia Tenggara.

Perjanjian UKVTA Menguntungkan Siapa?
Dari kaca mata Inggris, kesepakatan dagang dengan Vietnam membuka pintu baru ke ASEAN demikian sebaliknya. Yang menarik, lonjakan impor dari Vietnam lebih cepat dibandingkan kiriman barang dari Inggris ke Vietnam.

Merujuk data UK Department for Business and Trade, impor Inggris dari Vietnam melonjak 65% sementara ekspor melesat 40%.

Komoditas utama yang diekspor Inggris ke Vietnam adalah pembangkit tenaga mekanis (barang antara/intermediate goods) di mana menyumbang 26,0% dari total ekspor. Disusul kemudian dengan produk obat-obatan dan farmasi, bubur kertas dan kertas bekas, dan plastik dalam bentuk non-primer.

Dari sisi investasi, terdapat lonjakan penanaman modal Inggris di Vietnam. 

Total nilai investasi langsung yang dilakukan investor Inggris di Vietnam melonjak menjadi £1,327 miliar pada 2023 dari £936 juta pada 2020.

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |