Video: PT Garam Incar Produksi 140 Ribu Ton Garam di Ladang K-SIGN NTT

1 day ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia- Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose memastikan dukungan terhadap strategi pemerintah mendorong produksi garam nasional melalui Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, NTT.

PT Garam telah menandatangani kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait pengelolaan K-SIGN. Saat ini tahap pertama yang sudah diselesaikan pengelolaan 731 hektar dengan target produksi 140-150 ribu ton garam.

Ke depan pengembangan kawasan garam K-SIGN akan meningkat menjadi 3000-4000 hektare dengan target produksi 400-600 ribu ton. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menarik investasi dan ekonomi daerah melalui menyerap tenaga kerja hingga 25 ribu orang.

Meski demikian masih ada tantangan pengembangan produksi garam K-SIGN adalah penggunaan teknologi seperti Teknologi MVR (Mechanical Vapor Recompression) untuk menghasilkan garam di atas Nacl 97% hingga menuju kualitas 99,1 - 99,9% untuk dapat dipakai industri seperti industri chlor alkali plant (CAP) dan farmasi.

Di sisi lain, persoalan logistik juga menjadi tantangan melalui pembangunan dan investasi Pelabuhan, oleh karena itu PT Garam terus memperkuat Kerjasama dengan investor dari Arab Saudi, Jerman hingga China.

Lalu seperti apa prospek dan tantangan produksi garam nasional? Selengkapnya simak dialog Shania Alatas dengan Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose dalam Squawk Box CNBC Indonesia (Kamis, 08/07/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |