FOTO : Wakil Bupati Mempawah, H. Juli Suryadi Burdadi menyerahkan berita acara hasil rapat kepada Koordinator Aliansi didampingi sejumlah pihak [ ist ]
Editor : R Hoesnan \ publisher : Admin radarkalbar.com
MEMPAWAH – Dinding-dinding Kantor Bupati Mempawah menjadi saksi bisu di mana, dan tak lagi mampu membendung arus kegelisahan publik, pada Rabu, (1/4/2026)
Proyek pembangunan rumah dinas atau pendopo Bupati, yang sempat menjadi polemik panas, akhirnya menemui titik akhir yakni dibatalkan.
Bukan sekadar pembatalan di atas kertas, keputusan ini adalah buah dari “perlawanan manis” Aliansi Mahasiswa, Pemuda, dan Masyarakat Bersatu.
Di hadapan Wakil Bupati H. Juli Suryadi Burdadi dan jajaran petinggi daerah, nalar publik dipaksakan menang atas rencana proyek yang dinilai nir-urgensi.
Kemenangan Moral di Ruang Audiensi
Suasana audiensi berlangsung alot namun tegas. Koordinator Aliansi, Muslim, menjadi penyambung lidah bagi ribuan warga yang merasa dikhianati oleh munculnya kembali wacana pembangunan tersebut.
Baginya, menghidupkan kembali proyek pendopo saat rakyat masih bergulat dengan kebutuhan dasar adalah bentuk lemahnya empati birokrasi.
“Ini kemenangan rakyat Mempawah. Pemerintah akhirnya tidak bisa lagi mengabaikan suara masyarakat,” tegas Muslim dengan nada mantap setelah tuntutan mereka diakomodasi.
Logika Air di Atas Kemewahan
Pemerintah Kabupaten Mempawah tampaknya sadar melawan arus massa kali ini adalah langkah politis yang mahal.
Wakil Bupati H. Juli Suryadi Burdadi menyatakan setelah melalui rapat bersama Tim Anggaran (Banggar) dan Bupati, diputuskan secara resmi bahwa proyek tersebut tidak dilanjutkan.
Poin krusialnya bukan hanya pada pembatalan, melainkan pada realokasi anggaran. Dana yang sedianya untuk kemegahan pendopo, kini dipaksa “mengalir” ke pipa-pipa rumah warga melalui program Perluasan Jaringan Air Minum (PJAM).
Sebuah langkah konkret yang membuktikan desakan publik mampu mengubah prioritas dari beton rumah pejabat menjadi air bersih untuk rakyat.
Pelajaran Bagi Penguasa
Bagi para aktivis dan masyarakat yang hadir, Berita Acara yang ditandatangani hari itu adalah sebuah “rapor merah” yang berhasil diperbaiki.
Muslim mengingatkan bahwa tanpa persatuan yang solid, mungkin hari ini rakyat hanya akan menonton pembangunan gedung megah di tengah dahaga akan pelayanan publik.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Mempawah yang telah berdiri bersama dalam perjuangan ini. Tanpa tekanan dan persatuan rakyat, keputusan ini tidak akan pernah terjadi,” pungkasnya.
Pembatalan ini mengirimkan pesan keras ke gedung pemerintahan, dan rakyat tidak sedang tidur, dan setiap rupiah APBD akan selalu berada di bawah mikroskop pengawasan publik. [ red ]

8 hours ago
5

















































