Video: Nasib Tekstil: Terhimpit Lonjakan Harga BBM dan Pelemahan Rupiah

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia- Pelemahan nilai tukar Rupiah yang terus merosot hingga menyentuh level Rp 17.800 per Dolar AS, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia hingga gangguan rantai pasok global dan kenaikan harga energi menjadi sentimen yang semakin membebani bisnis manufaktur RI termasuk sektor tekstil.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta mengatakan kenaiakn harga BBM membuat biaya bahan baku naik 40% sehingga pabrik harus mengurangi utilisasi.

Selain itu ketersediaan bahan baku mulai sulit didapat akibat gangguan rantai pasok begitupula Rupiah yang melemah ikut menggerus cashflow karena bahan baku produk petrokimia harus impor.

Selengkapnya simak dialog Bunga Cinka dengan Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta di CNBC Indonesia


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |